tebuireng.online— Hari tepat dicetuskannya Resolusi Jihad memang telah terlewat lebih dari sebulan yang lalu(22/10) dan 10 November yang pernah menjadi saksi perjuangan arek-arek Jawa Timur juga sudah terlewat. Namun semangat peringatan peristiwa besar itu, masih terus berkobar di Tebuireng. Kemarin malam (29/11), santri tebuireng diberikan suntikan semangat oleh penyair ternama nasional, D. Zawawi Imron di Masjid Jami’ Tebuireng.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut duawali dengan sambutan pengasuh. “17 Agustus kita menyatakan kemerdakaan. Tapi, Belanda tidak mengakui karena Jepang kalah dengan sekutu, sehingga sekutu berhak mendapatkan bekas jajahan Jepang”, cerita Dr(Hc). Ir. KH Salahuddin Wahid dalam kesempatan sambutan. Beliau juga menerangkan bahwa Resolusi Jihad hadir untuk berjuang mempertahankan kemerdekaannya. kewajiban bagi pemuda di radius 40 Km untuk berjuang adalah fatwa paling berpengaruh bagi perjuangan 10 November.

Zawawi Imron dalam ceramahnya menerangkan kronologi resolusi Jihad dan pengaruh Hadratusy Syekh bersama Kyai-Kyai dan santri-santri Jawa-Madura dalam mempertahankan kemerdekaan. D. Zawawi Imron juga menerangkan tentang peran Tebuireng dari masa ke masa yang menelorkan putra-putra terbaik bangsa termasuk KH Abdul Wahid Hasyim.”Datangnya tentara sekutu kembali ke Indonesia ditangkap cepat oleh seorang Kyai Besar, Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari dan langsung mengumpulkan para kyai”, terangnya.

Penyair asal Sumenep madura tersebut juga memberikan semangat bagi para santri untuk meneruskan perjuangan Hadratusy Syekh dan para pendahulu Tebuireng. “Di Tebuireng ada tiga Pahlawan Nasional mulai dari kakek, anak dan cucu ikut andil besar dalam perjuangan bangsa. Ini harus diambil hikmahnya”, ungkapnya memberikan semagat di depan para santri Tebuireng.

“Bayangkan kalau 2700 santri Tebuireng sekarang ini, kalau mendapatkan apinya sejarah maka insya Allah Indonesia kedepan akan disinari semangat resolusi jihadnya Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari”, tambahnya disambut tepuk tangan riuh para santri. (abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

 

 

 

activate javascript

SebelumnyaTemu Alumni Nasional ke-4 UNHASY Tebuireng
BerikutnyaD. Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya