
Tebuireng.online- Di usianya yang telah menginjak 82 tahun, Ibu Nyai Farida Salahuddin Wahid tetap menunjukkan semangat yang luar biasa dalam berbagi inspirasi. Hadir dalam Diklat Calon Kader Pembina Santri Pesantren Tebuireng di Balai Diklat Trensains, Kamis (05/03/2026), istri mendiang Gus Sholah ini menantang para kader muda untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai fondasi utama dalam mengabdi di pesantren.
Dalam pemaparannya di awal sesi, beliau menegaskan bahwa perilaku hidup sehat dan bersih merupakan kebiasaan yang harus diterapkan oleh setiap orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya menjadi teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Beliau juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menjaga kesehatan hingga di usia yang telah mencapai 82 tahun.
“Di usia saya yang sudah memasuki 82 tahun, saya tetap membiasakan konsisten hidup bersih dan sehat. Yang muda-muda jangan sampai kalah dengan saya,” ujar beliau di hadapan para peserta diklat.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa seorang pembina santri harus memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, karena pembina tidak hanya berperan sebagai pengarah, tetapi juga sebagai teladan bagi para santri. Lingkungan yang bersih dan sehat, menurut beliau, akan menciptakan suasana belajar yang nyaman di pesantren.
“Kalau kalian jadi pembina, kalian harus menasihati dan memberikan teladan dalam kebersihan bagi para santri,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menceritakan keterlibatan langsungnya dalam menjaga sektor kesehatan dan kebersihan di lingkungan Pesantren Tebuireng. Pengalaman tersebut beliau jalani ketika mendampingi almarhum KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah saat memimpin Pesantren Tebuireng. Pada masa itu, beliau turut memantau berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan santri, mulai dari pengelolaan jasa boga, kualitas makanan santri, kebersihan kamar mandi, hingga berbagai fasilitas yang digunakan oleh para santri sehari-hari.
Tidak hanya itu, beliau juga membagikan beberapa tips agar tetap sehat dan bersemangat meskipun usia terus bertambah. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara spiritual. Beberapa kebiasaan yang beliau lakukan antara lain rajin berolahraga, menjaga wudhu, menjaga pergaulan, serta membiasakan bangun malam untuk melaksanakan qiyamul lail.
Suasana sesi materi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan beliau. Beberapa peserta juga aktif menjawab pertanyaan serta berbagi pengalaman dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada beliau.
Di akhir sesi, beliau menyampaikan pesan kepada para calon pembina santri agar selalu memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menjaga kebersihan pesantren.
“Jadilah pembina yang peka terhadap lingkungan, jangan cuek terhadap kebersihan yang ada di lingkungan Pesantren Tebuireng,” pungkasnya.
Baca Juga: Kiai Musta’in Syafi’i Ajak Kader Tebuireng Pahami Peran Pesantren dalam Menjawab Isu Bangsa
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















