
Tebuireng.online— Rangkaian Musyawarah Nasional IKAPETE 2026 dan Festival Pesantren Tebuireng terus menghadirkan forum reflektif bagi para alumni. Salah satunya melalui agenda rutin Ngopi dan Ngaji yang digelar pada Jumat malam (17/4/2026) di halaman Pesantren Tebuireng, diikuti oleh seluruh alumni dan keluarga besar Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).
Baca Juga: Di Munas IKAPETE, Prof Masykuri Soroti Peran Adab dalam Modernisasi Organisasi
Dalam sambutannya, Ketua Presidium Nasional IKAPETE, Masykuri Bakri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempererat tali persaudaraan antaralumni. Ia menyebut, forum ini telah berlangsung untuk keempat kalinya sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan di lingkungan alumni pesantren.
“Semakin sering kita mengaji, sama dengan kita mengasah peso kita, mengasah pikiran dan adab kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperdalam pemahaman, tidak hanya berhenti pada apa yang tampak. Menurutnya, dalam situasi saat ini, penguatan keilmuan harus mencakup tiga tingkatan keyakinan: ainul yaqin, ilmul yaqin, hingga haqqul yaqin.
Baca Juga: Ratusan Anak Yatim Terima Santunan di Pembukaan Munas Ikapete dan Festival Tebuireng 2026
“Kalau kita hanya melihat yang tampak di hadapan kita tanpa memahami yang di baliknya, justru bisa mengganggu kehidupan kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Masykuri juga mengungkapkan bahwa dirinya banyak belajar dari Kikin, yang aktif mengkaji berbagai kitab karya Hasyim Asy’ari. Ia menyinggung salah satu karya penting, Adabul ‘Alim wal Muta’allim, yang tidak hanya membahas adab, tetapi juga menegaskan pentingnya keilmuan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Lebih lanjut, ia mengajak para alumni untuk tidak berhenti pada tataran syariat semata, tetapi terus melangkah menuju tahapan yang lebih dalam.
“Kita tidak cukup dengan syariat. Kita harus menuju tarekat, hakikat, bahkan sampai makrifat. Ini ikhtiar kita untuk sampai ke sana,” tegasnya.
Sementara itu, Pak Rozi, perwakilan Lembaga Pengembangan Data dan Informasi IKAPETE, turut memberikan testimoni tentang sosok Prof. Masykuri Bakri. Ia menilai bahwa Prof. Masykuri merupakan figur santri yang mampu memadukan nilai keilmuan dengan profesionalitas dalam berorganisasi.
Baca Juga: UMKM Alumni Unjuk Produk Unggulan di Bazar IKAPETE 2026
“Beliau itu santri, tapi juga profesional. Saat pertama menjabat, beliau sudah menjadi rektor. Beliau mengajarkan bahwa organisasi harus berjalan secara profesional sesuai dengan fungsi masing-masing lembaga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Prof. Masykuri, IKAPETE mulai ditata menjadi organisasi yang lebih tertib dan terstruktur. Bahkan, beliau aktif melakukan perjalanan ke berbagai daerah, termasuk hingga ke Kalimantan menggunakan speedboat bersama pengasuh, demi membentuk dan memperkuat jaringan organisasi IKAPETE di daerah.
Dalam forum tersebut, para peserta juga mengikuti kajian kitab Tafsir Al-‘Alaq karya KH. Musta’in Syafi’i, yang menjadi bagian dari penguatan tradisi intelektual di kalangan alumni.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















