Musafir Ilmu

292
Sumber gambar: https://republika.co.id

Oleh: Sawitri Indrasari*

Terlihat tetesan embun di ujung daun

Desir dingin udara berhembus turun

Memberi salam pada hati dengan begitu santun

Dunia begitu indah, terlihat dari sorot matanya

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Berjuang karena perintah dari sang maha bijaksana

Sebab itulah, tak sedikitpun duka terpancar dari matanya

Tatkala mentari mulai memberi kehangatan

Saat itu pula sang jiwa berikrar atas nama Tuhan

Hati yang kokoh terbangun dari ucapan lisan

Bahwa di atas segalanya cinta itu terbangun

Wujud dari cinta adalah bukti

Tingkat tertinggi pembuktian cinta adalah pengorbanan

Berjalan di samping pena dan kertas

adalah wujud dan bukti dari cinta

Sebab, darinya kelak akan tercipta cahaya terang

Yang tak akan redup karena dunia

Dan tak akan mati hanya karena tahta

Udara kembali berhembus sejuk, bersamaan senja di ujung sana

Tetap indah di mata para musafir ilmu

Menunduk dan memberi salam santun atas kedatangannya di ujung hari semua adalah kuasa Allah

Waktu terus bergulir bak air sungai yang mengalir bergantian

Dan senjapun ikut berlalu

Dari situ pahamilah bahwa tidak ada yang kekal selain dzat yang maha kekal

Gelap kembali menghampiri

Namun, akankah ada gelap di mata para musafir ilmu? Tidak

Sebab mereka selalu membawa cahaya

Ia tetap terang dimana cahaya tak dapat menempuhnya

Dan karena pengabdianmu, semoga akhir menutup mata nanti cinta tetap di atas segalanya dan cahaya tetap di atas cahaya

*Mahasiswa STIT UW Jombang.

🤔  Kalau Kita Sudah Tua