
Tebuireng.online— Civitas akademika Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) melakukan kunjungan akademik ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Kamis (8/1/2026), dalam rangka monitoring mahasantri Marhalah Tsaniyah (M2) yang tengah menjalani program double degree.
Sebanyak 10 mahasantri M2 MAHA tercatat mengikuti program studi di UPSI dengan dukungan beasiswa dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Para mahasantri tersebut mulai menempuh perkuliahan di UPSI sejak September 2025, setelah sebelumnya menyelesaikan satu tahun studi di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.
Baca Juga: IIUM Malaysia Nilai Ma’had Aly Tebuireng Layak Jadi Mitra Akademik
Setibanya di UPSI, rombongan MAHA mengunjungi Gedung Malim Sarjana yang berada di kawasan kampus lama. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Jabatan Pengkajian Islam (JPI) UPSI, Prof. Madya Dr. Husna Husein. Rombongan MAHA dipimpin oleh Wakil Mudir Bidang Akademik, Dr. H. Mohamad Anang Firdaus, M.Pd.I.
Pertemuan tersebut menjadi ajang perkenalan dan diskusi akademik antara kedua lembaga, khususnya terkait sistem pendidikan, kurikulum, dan kekhasan keilmuan masing-masing institusi. Dalam pemaparannya, Dr. Mohamad Anang Firdaus menjelaskan distingsi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keislaman yang berfokus pada pengkajian kitab-kitab turats.
“Ma’had Aly merupakan lembaga pendidikan yang secara khusus mendalami turats Islam dengan takhasus tertentu. Ma’had Aly Hasyim Asy’ari memiliki fokus pada bidang hadis dan ilmu hadis,” jelas Dr. Anang seraya memaparkan struktur kurikulum serta mata kuliah yang diajarkan di MAHA.
Baca Juga: Ma’had Aly Tebuireng Perluas Jejaring Akademik Berskala Internasional
Pemaparan tersebut mendapat perhatian serius dari para pengelola JPI UPSI. Keunikan metode pembelajaran khas pesantren, seperti sistem sorogan dan bandongan, dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Selain itu, perkuliahan berbasis kitab turats bersanad serta kedalaman materi hadis dan ilmu hadis dalam kurikulum MAHA turut menarik minat pihak UPSI.
Prof. Husna Husein mengakui keunggulan mahasantri MAHA dalam penguasaan literatur klasik Islam. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki oleh mahasiswa pada umumnya.
“Kami mengakui bahwa para mahasiswa atau mahasantri dari Ma’had Aly di UPSI memiliki kemampuan yang sangat baik dalam penguasaan turats. Hal ini jarang dimiliki oleh mahasiswa kami. Karena itu, mahasantri dari Ma’had Aly akan menjadi pilihan kami jika hendak mengajukan nama kepada kerajaan untuk program tawliyah,” ungkap Prof. Husna dalam diskusi yang berlangsung hangat.
Baca Juga: Mufti Perak Buka Peluang Mahasantri Tebuireng Kaji Turats di Hadapan Mahasiswa Malaysia
Menanggapi pengakuan tersebut, Wakil Mudir MAHA menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti peluang tawliyah tersebut melalui penerbitan surat resmi. Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan nyata bagi mahasantri MAHA di UPSI untuk terlibat langsung dalam pengabdian dakwah di masyarakat Malaysia.
Selain itu, Dr. Anang juga mengemukakan peluang kerja sama lanjutan dalam bidang penelitian ilmiah, baik melalui riset kolaboratif maupun pertukaran artikel ilmiah antarjurnal yang dikelola oleh masing-masing lembaga. Tawaran tersebut disambut positif oleh pihak UPSI sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik ke depan.
Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang monitoring mahasantri, tetapi juga mempertegas pengakuan internasional terhadap kekuatan tradisi keilmuan turats yang dikembangkan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.
Pewarta: Syahrul/Maha
Editor: Rara Zarary


















