
Tebuireng.online— Hubungan akademik antara Pesantren Tebuireng dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia kian menguat sejak dimulainya program Double Degree antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan UPSI pada September 2025. Penguatan kerja sama tersebut kembali ditegaskan melalui kunjungan sejumlah pimpinan dan dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng ke kampus UPSI, Kamis (8/1/2025).
Rombongan MAHA dipimpin oleh Dr. H. Mohamad Anang Firdaus selaku Wakil Mudir Bidang Akademik, didampingi M. Rizki Syahrul Ramadhan (Kepala Tata Usaha) dan Abdillah Afabih (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), bersama beberapa staf. Kehadiran mereka disambut langsung oleh jajaran dosen UPSI di Gedung Fakulti Sains Kemanusiaan.
Baca Juga: Ma’had Aly Tebuireng Perluas Jejaring Akademik Berskala Internasional
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Prof. Husna binti Husein selaku Ketua Jabatan Pengajian Islam UPSI, bersama Dr. Samsuddin bin Abd Hamid, Dr. Muhammad Nazirul bin Mohd Sabri, dan Dr. Mohamad Zarkhuan Zainol. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas pengembangan kurikulum serta peluang kerja sama lanjutan antara MAHA Tebuireng dan UPSI.
Dalam diskusi tersebut, kedua institusi sepakat membuka sejumlah bentuk kolaborasi strategis. Kerja sama yang dirancang meliputi riset kolaboratif, pertukaran dosen, hingga peluang bagi mahasantri Tebuireng untuk mengisi kajian turats di lingkungan kampus UPSI dan masyarakat sekitar.

Peluang terakhir ini dinilai cukup istimewa, mengingat aktivitas pengajaran agama Islam di Negeri Perak berada di bawah pengawasan ketat Jabatan Agama Islam Negeri Perak (JAIPk). Setiap individu yang hendak menyampaikan syarahan atau kajian agama di masjid dan surau diwajibkan memiliki Sijil Tauliah, sebagai bentuk pengawasan agar materi keagamaan tetap selaras dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Meski demikian, Prof. Husna menjelaskan bahwa mahasantri Tebuireng yang sedang menempuh studi di UPSI berpeluang memperoleh kemudahan dalam pengurusan Tauliah tersebut. UPSI, kata dia, siap memfasilitasi pengajuan permohonan kepada pihak berwenang di Negeri Perak.
“Jika MAHA bersedia merekomendasikan nama-nama mahasantri, pihak UPSI akan membantu mengajukan permohonan Tauliah kepada Kerajaan Negeri Perak,” ujar Prof. Husna di hadapan para peserta pertemuan.
Baca Juga: Perkuat Silaturahmi Ilmiah, Ma’had Aly Tebuireng Lakukan Academic Visit ke IIUM Malaysia
Sebagai contoh, beberapa mahasantri dari Pesantren Lirboyo, Kediri, sebelumnya telah memperoleh Sijil Tauliah dan diizinkan mengisi kajian turats di Surau Al-Falah, Kolej Aminuddin Baki, kampus baru UPSI. Kajian yang dilaksanakan selepas Salat Magrib tersebut mencakup pembahasan fikih berdasarkan Kitab Taqrib, tafsir Al-Qur’an melalui Kitab Tafsir Jalalain, serta materi fikih perempuan, khususnya fikih haid.
Peluang serupa diharapkan dapat terbuka bagi mahasantri Tebuireng. Selain memperluas pengalaman akademik dan dakwah, kerja sama ini juga dipandang sebagai sarana memperkenalkan tradisi keilmuan pesantren Indonesia—khususnya kajian turats—kepada mahasiswa dan masyarakat akademik Malaysia.
Melalui kolaborasi ini, pihak MAHA Tebuireng berharap dapat membangun ekosistem keilmuan Islam yang saling menguatkan, lintas negara, dan tetap berpijak pada tradisi keilmuan klasik yang moderat dan berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Pewarta: Yuniar Indra Yahya
Editor: Rara Zarary


















