sumber ilustrasi: pikiran-rakyat

Oleh: Yuniar Indra*

Risalah Islam mewajibkan kepada seluruh umat untuk menahan diri dari makan dan minum selama satu bulan Ramadan dalam tiap tahunnya. Mereka juga dilarang melakukan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa tersebut. Mulai dari hubungan suami istri ketika puasa, memasukkan sesuatu di salah satu lubang sembilan di anggota tubuh, dan lainnya.

Tak hanya menahan sesuatu yang bersifat zahir, seorang yang sedang puasa juga diharuskan menghindari sesuatu yang dapat merusak pahala puasa, ghibah, berkata kotor, melihat sesuatu yang haram dilihat, hasud, dengki, marah, serta semua penyakit hati. Itu semua adalah hal-hal termasuk dalam pantangan ketika berpuasa.

Sepintas, tuntutan dalam menjalani ibadah puasa merupakan hal yang sangat berat. Namun kesemuanya itu sebanding dengan fadilah yang ada pada bulan puasa atau bulan Ramadan. Dibalik beratnya ibadah puasa, bulan Ramadan punya nilai tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Pertama, bulan Ramadan adalah Sayyid al-Syuhur, pimpinan dari bulan-bulan lain. Karena kata Nabi, Ramadan adalah bulan penuh berkah, penuh rahmat, penuh ampunan, dan terkabulnya doa-doa. Allah juga akan lebih perhatian kepada kita.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kedua, ketika Ramadan datang pintu-pintu surga akan dibuka, gerbang-gerbang neraka akan ditutup, dan belenggu-belenggu setan akan dipasung.

Ketiga, antara Ramadan satu dengan Ramadan yang lain adalah waktu penghapusan dosa-dosa.

Keempat, puasa tidak sama dengan ibadah lain, puasa itu milik Allah dan Allah yang akan menilainya lebih. Sebab kata Allah dalam sebuah Hadis Qudsi, fa innahu li wa ana ujziy bih (puasa itu milikku dan Aku yang akan menilainya sendiri).

Kelima, barang siapa yang berpuasa Ramadan akan diampuni dosa-dosanya. Yakni mereka yang senantiasa melanggengkan salat tarawih, zikir, istighfar, dan membaca Al-Quran.

Keenam, Nabi pernah mengatakan sesuatu mengenai Ramadan kepada para sahabat. Bahwasannya Ramadan itu terdapat malam yang nilainya lebih dari seribu bulan, Ramadan adalah tempat diwajibkannya puasa, waktu yang paling baik untuk salat malam.

Barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan, maka dianggap sama dengan melakukan suatu kewajiban, dan barang siapa yang dianggap mengerjakan suatu kewajiban, maka nilainya sama dengan melaksanakan 70 kewajiban.

Itulah beberapa keutamaan bulan Ramadan. Meskipun Ramadan dibalut dengan berbagai larangan yang wajib kita tinggalkan, NamunAllah memberikan derajat lebih bagi orang-orang yang mau melaksanakan puasa Ramadan.

Maka dari itu, mari kita sebagai muslim yang taat bersama-sama menyambut bulan mulia ini dengan penuh rasa syukur, bahagia, dan penuh kerinduan. Semoga senantiasa kita termasuk hamba yang merasakan dan mendapatkan fadilah bulan Ramadan ini. Aamiin.

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.

SebelumnyaTambah Wawasan, Peserta Diklat Kader Belajar Sejarah dan Kebangsaan
BerikutnyaSepuluh Peristiwa Besar di Bulan Ramadan