Facebook Instagram RSS Twitter Youtube
  • Profil
    • Pesantren Tebuireng
      • Sambutan Pengasuh
      • Makna Lambang
      • Mengenal Tebuireng
      • Sejarah
      • Periode Pengasuh
      • Yayasan Hasyim Asy’ari
      • Dewan Masyayikh
      • Visi dan Misi Pesantren Tebuireng
      • Lima Nilai Dasar Pesantren Tebuireng
      • Himne Tebuireng
      • Mars Tebuireng
      • Asrama Santri
      • Denah Pesantren Tebuireng
    • Unit Pendidikan
      • Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari
      • MA. Salafiyah Syafi’iyah
      • MA. Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMA A. Wahid Hasyim
      • SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng
      • SMA Trensains
      • MTs Salafiyah Syafi’iyah
      • MTs Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMP A. Wahid Hasyim
      • SMP Sains
      • Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari
      • SDI Tebuireng
    • Pesantren Cabang
      • Pesantren Tebuireng III – Indragiri Hilir, Riau
      • Pesantren Tebuireng IV – Indragiri Hulu, Riau
      • Pesantren Tebuireng V – Ciganjur, Jakarta Selatan
      • Pesantren Tebuireng VI – Cianjur, Jawa Barat
      • Pesantren Tebuireng VII – Boltim, Sulawesi Utara
      • Pesantren Tebuireng VIII – Serang, Banten
      • Pesantren Tebuireng IX – Nurul Falah, Pasir Malang
      • Pesantren Tebuireng XI – Ambon, Maluku
      • Pesantren Tebuireng XII – Tubaba, Lampung
      • Pesantren Tebuireng XIII – Bengkulu
      • Pesantren Tebuireng XIV – Madani
      • Pesantren Tebuireng XV – Nur Hasyim Bina Aswaja
      • Pesantren Tebuireng XVI – Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa
      • Pesantren Tebuireng XVII – NU Abdul Jamil
      • Pesantren Tebuireng XVIII – Pododadi
      • Pesantren Tebuireng XIX – Nurul Hidayah
    • PSB Pesantren Tebuireng
    • Pesantren Sains Tebuireng
    • Pesantren Tebuireng Putri Kesamben
    • Pesantren Binaan Tebuireng – Hidayatul Muhajirin
    • Tebuireng Media Group
    • Perpustakaan Pesantren Tebuireng
    • Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT)
    • Bank Sampah Tebuireng (BST)
    • Badan Wakaf
    • Balai Diklat
    • Jasa Boga (JABO)
    • Puskestren
    • Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (TPKU)
    • Rumah Sakit Hasyim Asy’ari
  • Serambi Pengasuh
  • Berita
    • Umum
    • Pondok
    • Unit
    • Feature
    • Wawancara
    • Pengumuman
  • Keislaman
    • Dunia Islam
    • Tasawuf Akhlak
    • Fikih & Ushul Fikih
    • Aswaja
    • Al Qur’an dan Hadis
    • Tanya Jawab Agama
      • Akidah
      • Fikih
      • Fikih Kekinian
  • Opini
  • Risalah
    • Khutbah Jum’at
    • Do’a dan Amalan
    • Muslimah
    • Biografi
    • Kisah Inspiratif
  • Pena Santri
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
Cari
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Salam Redaksi
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
Tebuireng Online Tebuireng Online Tebuireng Online
  • Profil
    • Pesantren Tebuireng
      • Sambutan Pengasuh
      • Makna Lambang
      • Mengenal Tebuireng
      • Sejarah
      • Periode Pengasuh
      • Yayasan Hasyim Asy’ari
      • Dewan Masyayikh
      • Visi dan Misi Pesantren Tebuireng
      • Lima Nilai Dasar Pesantren Tebuireng
      • Himne Tebuireng
      • Mars Tebuireng
      • Asrama Santri
      • Denah Pesantren Tebuireng
    • Unit Pendidikan
      • Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari
      • MA. Salafiyah Syafi’iyah
      • MA. Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMA A. Wahid Hasyim
      • SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng
      • SMA Trensains
      • MTs Salafiyah Syafi’iyah
      • MTs Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMP A. Wahid Hasyim
      • SMP Sains
      • Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari
      • SDI Tebuireng
    • Pesantren Cabang
      • Pesantren Tebuireng III – Indragiri Hilir, Riau
      • Pesantren Tebuireng IV – Indragiri Hulu, Riau
      • Pesantren Tebuireng V – Ciganjur, Jakarta Selatan
      • Pesantren Tebuireng VI – Cianjur, Jawa Barat
      • Pesantren Tebuireng VII – Boltim, Sulawesi Utara
      • Pesantren Tebuireng VIII – Serang, Banten
      • Pesantren Tebuireng IX – Nurul Falah, Pasir Malang
      • Pesantren Tebuireng XI – Ambon, Maluku
      • Pesantren Tebuireng XII – Tubaba, Lampung
      • Pesantren Tebuireng XIII – Bengkulu
      • Pesantren Tebuireng XIV – Madani
      • Pesantren Tebuireng XV – Nur Hasyim Bina Aswaja
      • Pesantren Tebuireng XVI – Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa
      • Pesantren Tebuireng XVII – NU Abdul Jamil
      • Pesantren Tebuireng XVIII – Pododadi
      • Pesantren Tebuireng XIX – Nurul Hidayah
    • PSB Pesantren Tebuireng
    • Pesantren Sains Tebuireng
    • Pesantren Tebuireng Putri Kesamben
    • Pesantren Binaan Tebuireng – Hidayatul Muhajirin
    • Tebuireng Media Group
    • Perpustakaan Pesantren Tebuireng
    • Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT)
    • Bank Sampah Tebuireng (BST)
    • Badan Wakaf
    • Balai Diklat
    • Jasa Boga (JABO)
    • Puskestren
    • Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (TPKU)
    • Rumah Sakit Hasyim Asy’ari
  • Serambi Pengasuh
  • Berita
    • Umum
    • Pondok
    • Unit
    • Feature
    • Wawancara
    • Pengumuman
  • Keislaman
    • Dunia Islam
    • Tasawuf Akhlak
    • Fikih & Ushul Fikih
    • Aswaja
    • Al Qur’an dan Hadis
    • Tanya Jawab Agama
      • Akidah
      • Fikih
      • Fikih Kekinian
  • Opini
  • Risalah
    • Khutbah Jum’at
    • Do’a dan Amalan
    • Muslimah
    • Biografi
    • Kisah Inspiratif
  • Pena Santri
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Opini

Menjawab Digugu dan Ditiru

21 September 2018
300
Sumber: Google.com

Oleh : M. Falikh Rifqi*

Profesi Guru

Sempat tenar di tahun 1980-an, “Profesi Guru” merupakan pekerjaan yang mulia di lingkungan masyarakat. Bagi orang yang berprofesi sebagai guru, akan dipanggil dengan sapaan “Pak Guru atau Bu Guru” oleh masyarakat, karena mereka memiliki pengetahuan lebih. Guru juga dituntut untuk mengajarkan pendidikan moral kepada anak-anak, disamping pengetahuan membaca dan berhitung. Seorang guru juga memiliki hak otoriter di sekolah sebagai pengganti orang tua, dengan cara mendidik yang lebih menekankan pendekatan ketimbang pembelajaran. Hal ini terbawa hingga diluar jam sekolah (mengingat sosial masyarakat zaman 1980-an) masih bersifat kekeluargaan.

Sedikit bernostalgia dengan masa pendidikan zaman dahulu, tentu sangat berbeda dengan pendidikan di masa kini. Mulai dari orientasi, institusi, sampai tenaga pendidik masa kini mempunyai perbedaan yang sangat menonjol di mata orang tua. Zaman sekarang, lebih memberi gambaran bahwa generasi penerus bangsa masih miskin akhlak dan para wali murid cenderung idealis dan individualis.

Kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang sepele pun juga kerap terjadi pada guru. Masih ingat dengan ibu Nurmayani Salam yang dipenjara pada tanggal 12 Mei 2016 atas tuduhan penganiayaan terhadap siswa? Padahal Nurmayani hanya mencubit dua orang siswa SMPN Benteng yang kejar-kejaran saat pelaksanaan sholat dhuha. Hal ini menunjukan bahwa kurangnya pengertian sang wali murid terhadap oknum guru yang sudah jelas bermaksud memberikan teguran. Kasus diatas menyebutkan bahwa para pelajar dan wali murid telah termanjakan oleh zaman, ironi yang sungguh disayangkan. Di era millenial bahwa generasi penerus tidak memiliki pendidikan moral dan etika yang memadai.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam kasus lain, seorang guru berinisial KU memukul seorang murid MTs Miftahul Khoirot dengan buku, bahkan menggunakan tangan kosong dan beberapa tendangan hingga korban harus dirawat dirumah sakit pada tanggal 11 Oktober 2015, hal ini disebabkan karna pelaku kesal terhadap ulah siswa tersebut. Dari contoh kedua, dapat dibuktikan bahwa memang ada beberapa oknum guru yang kurang mampu mengatur emosinya terhadap siswa.

Memilah Sikap Guru

Dahulu, sebuah lembaga pendidikan berkewajiban mengajarkan nilai-nilai kehidupan berupa budi pekerti, etika, saling mengalah dan mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Namun, di masa millenial lembaga pendidikan justru berlomba-lomba dalam menonjolkan kemampuan membentuk generasi super di usia sedini mungkin “Biar pensiun muda”, hal ini tentunya berorientasi pada ‘investasi karakter manusia’ yaitu bagaimana meningkatkan kecerdasan, prestasi, keterampilan dan menghadapi persaingan.

Berikut ini adalah akibat kasus kepribadian dan etika seorang guru “yang kurang baik”. Pertama, mengaburkan fungsi guru sebagai sosok panutan atau teladan yang baik terhadap anak didik. Kedua, adanya sikap sinis dan tidak percaya dari masyarakat terhadap profesi guru karena dianggap tidak bisa membuat anak didik menjadi lebih baik.Ketiga, mengaburkan profesi guru sebagai pembimbing atau orang tua kedua buat anak didik. Keempat, dengan adanya kasus etika profesi guru maka profesi seorang guru di mata masyarakat semakin rendah.

“Guru itu digugu dan ditiru,” ucap kesal Dilan kepada pak Suripto, seorang guru bimbingan konseling, (penggalan kata dalam film Dilan 1990). Guru yang dalam artian bahasa Jawa adalah orang yang patut ditiru dan digugu oleh semua murid dan masyarakatnya. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa diyakini dan dipercaya sebagai kebenaran oleh semua muridnya.

Ilmu Pengetahuan Tonggak Peradaban

Ilmu pengetahuan merupakan kunci kebahagiaan di dunia, karena seumpama hidup tanpa ilmu pastilah negara ini masih diliputi kemiskinan dan kemunduran. Oleh karena itu, ketinggian ilmu pengetahuan merupakan tolak ukur yang membedakan kemajuan dan kemunduran suatu bangsa.

Bicara dengan ilmu pengetahuan tentu tidak lepas dari seorang guru sebagai agen pembangunan dan membina ummah. Tugas seorang guru sebagai pendidik bukanlah suatu hal yang mudah dan mampu dilakukan oleh semua orang. Justru karena kerja seorang guru patut ditempatkan sebagai profesi ístimewa. Terlebih lagi tuntutan zaman yang kian maju kini lebih menuntut pengorbanan komitmen yang padu dalam mendidik anak bangsa sebagai insan yang cemerlang, berwibawa dan senantiasa memohon petunjuk dan keridhaan Allah Swt.

Begitu pula dengan seorang murid yang harus selalu menghormati gurunya. Dimana posisi seorang guru diletakkan sebagai pendidik ruh murid. Dari hal yang tidak diketahui hingga seorang murid mengetahui hal tersebut, tentunya ini adalah jasa seorang guru yang mendidik muridnya sepenuh hati.

Berikut sebagian nasihat Hadaratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab adabul alim wal muta’alim kepada para guru tentang adab kepada muridnya, yakni; pertama, tujuan mengajar adalah mendapatkan ridha Allah. Kedua, sabar terhadap murid yang niatnya tidak lurus. Ketiga, mendekatkan murid pada hal-hal terpuji. Keempat, menggunakan bahasa yang mudah dipahami saat mengajar. Kelima, semangat dalam mengajar. Keenam, meminta murid untuk  mudzakarah dan takrar. Ketujuh, menasihati murid agar tidak terlalu keras dalam mengajar.

Adapun kepada seorang murid, banyak kisah ulama dan para sahabat yang patut dijadikan suri tauladan. Akhlak serta beradab yang baik merupakan kewajiban yang tidak boleh dilupakan seorang murid kepadaa gurunya.  Rasulullah Saw. bersabda;

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).” (Riwayat Ahmad)

Manakala Ibnu al-Jamaah mengatakan (mafhumnya), “Seorang penuntut ilmu harus duduk dengan sopan di hadapan gurunya, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak menyelunjurkan kaki, tidak bersandar, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari gurunya  juga tidak membelakangi gurunya.”

Para sahabat Rasulullah Saw. didapati tidak pernah berlaku buruk pada Rasulullah Saw, tidak pernah memotong ucapan atau mengeraskan suara dihadapan Rasulullah Saw. Bahkan Umar bin Khattab yang terkenal keras tidak pernah mengeraskan suaranya didepan Rasulullah Saw.

Hadits yang dikeluarkan daripada Abi Said al-Khudry radhiallahu ‘anhu juga menjelaskan:

كُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسَ إلَيْنَا وَلَكَأَنَّ عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرَ، لَا يَتَكَلَّمُ أَحَدٌ مِنَّا

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah sallallahualaihi wasallam, kemudian beliau duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tidak ada satu pun daripada kami yang berbicara.”

Begitu pula seorang murid yang harus bersabar ketika menghadapi guru yang memiliki cara keras dalam mengajar. Hal ini sesuai nasihat Imam Syafi’i yang berbunyi:

اصبر على مر من الجفا معلم، فإن رسوب العلم في نفراته

“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru, sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu kerana memusuhinya.”

Seorang guru tidak seharusnya memberikan teguran kepada murid hingga kontak fisik berupa perkelahian, nada berbicara yang tinggi, hal ini tentu tidak mencerminkan watak seorang guru yang baik. Begitu pula seorang murid harus mampu mengingatkan gurunya dengan lembut ketika sang guru didapati khilaf dalam suatu permasalahan. Membangun komunikasi antara guru dan murid merupakan peranan penting semua guru, tidak hanya tugas guru bimbingan (konseling) yang mampu mengerti psikologi seorang murid.


*Santri Madrasah Aliyah Salafiyyah Syafi’iyyah

Publisher: Muh Sutan

  • TAG
  • adabul alim wa mutaalim
  • digugu
  • digugu dan ditiru
  • guru
  • Hadratussyaikh
  • sikap guru
Bagikan
Mencetak
WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Copy URL
    SebelumnyaKudaireng dan Kubahireng Gelar Jam’iyah Kubro
    BerikutnyaArti Hidup yang Diajarkan Nabi
    Muhammad Abror Rosyidin

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Opini

    Kembalikan Urusan pada Ahli Ilmu, Jangan Jadikan Agama Sekadar Lipstik

    Opini

    Sekolah dan Krisis Makna Pendidikan di Era Modern

    Opini

    Alam Menjerit dan Kita Memilih Diam

    Opini

    Fondasi Penuntut Ilmu Fikih dalam Perspektif Imam Suyuthi

    Opini

    Saatnya Dakwah Merangkul Isu Lingkungan

    Tebuireng OnlineTebuireng OnlineMedia Informasi Pesantren

    Tebuireng.online adalah website resmi Pesantren Tebuireng, diluncurkan Mei 2012 dan diresmikan oleh Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid.

    Unit Pendidikan

    Ma’had Aly, MASS,
    MA Sains, SMK Plus, Madrasah Muallimin,
    Lihat Semua

     Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

    Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari adalah pendidikan formal jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pesantren Tebuireng dengan mengembangkan kajian keislaman sesuai kekhasan pesantren berbasis kitab kuning. Didirikan dan diresmikan oleh pengasuh Pesantren Tebuireng  Almaghfurlah KH. Muhammad Yusuf  Hasyim dan KH. Ir. Salahuddin Wahid pada tanggal 6 September 2006 yang bertepatan dengan tanggal 12 Sya’ban 1427 H. Pada awal pendirian Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menyelenggarakan program  studi takhassus Fiqh Wa Ushuluhu. Kemudian pada tahun 2016 menerima SK Penyelenggaraan Ma’had Aly dari Kementerian Agama RI dan ditetapkan untuk menyelenggarakan program studi takhassus Hadits wa Ulumuhu sampai dengan sekarang. Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menyelenggarakan pendidikan akademik progam sarjana (marhala ula) dan magister (marhalah tsaniyah).

    Website: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

    Instagram: mahadalyhasyim_

    Twitter: galeri_maha

     

    MA Salafiyah Syafi’iyah

      Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Ide awal pendirian madrasah ini sudah dimulai sejak masa kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari, lalu disempurnakan pada masa KH. Wahid Hasyim dengan nama Madrasah Nidzamiyah, dan diformalkan pada masa kepemimpinan KH. Kholik Hasyim (tahun 1962) dengan nama Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS). Sejak tahun ajaran 1993-1994, MASS Tebuireng yang sebelumnya telah memiliki dua jurusan (IPA dan IPS), membuka dua jurusan baru yaitu Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dan Jurusan Salaf. Hingga kini, keempat jurusan tersebut (MAK, Salaf, IPA, IPS), menjadi ikon utama keberadaan MASS Tebuireng.

      Instagram: mass_tebuireng

      Facebook: MASS Tebuireng Jombang

       

      SMA A. Wahid Hasyim

      SMA A. Wahid Hasyim (SMA AWH) Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. SMA AWH didirikan pada masa kepemimpinan KH. Muhammad Yusuf Hasyim, tepatnya pada tahun 1975, dengan SK Kanwil Depdikbud No.097/PA/PMU/75-76 dan sejak tahun 2005 mendapat status Trakreditasi “A” dan merupakan Sekolah Rintisan Standar Nasional. Jurusan IPA dan IPS merupakan program alternatif pilihan siswa/i SMA AWH. Selain melaksanakan kurikulum nasional, SMA AWH juga menambah kurikulum pesantren (diniyah) yang materi kurikulumnya meliputi akidah akhlaq, tafsir, hadits/ilmu hadits, fiqh, nahwu, shorof, aswaja, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

      Website: SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng 

      Instagram: smaawh.tebuireng

       

       

      SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng

      SMK Plus Khoiriyah Hasyim, merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asy’ari No.13, Diwek, Balong Besuk, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang. SMK ini disahkan oleh Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA (Menteri Pendidikan) pada tahun 2009  dengan Prodi Multimedia dan pada tahun 2020 SMK ini memiliki prodi baru Desain Komunikasi Visual. SMK Khoiriyah Hasyim ini menjadi salah satu Sekolah penyelenggara SMK Mini di Jawa Timur mulai tahun 2020 dengan tujuan dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk warga sekitar.

      Website: SMK Plus Khoiriyah Hasyim 

      Instagram: smktebuireng

      Facebook: SMK Khoriyah Hasyim Tebuireng

       

       

      SMA Trensains

      SMA Trensains Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA yang didirikan oleh Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid (pengasuh Pesantren Tebuireng periode VII) berlokasi di Jl. Jombang No.Km. 19, Area Sawah/Kebun, Jombok, Kec. Ngoro, Kabupaten Jombang. Pesantren Tebuireng bekerja sama  dengan Prof. Agus Purwanto, D.Sc., sebagai penggagas konsep Pesantren Sains (Trensains). Lembaga pendidikan ini kemudian diresmikan pada tanggal 23 Agustus 2014 oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin. Kurikulum SMA Trensains Tebuireng ialah “kurikulum semesta” merupakan unifikasi dari kurikulum nasional, internasional (perluasan), dan kurikulum Muatan Kearifan  Pesantren Sains (MPKPS). Kurikulum Semesta merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh tim pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng bersama penggagas Trensains dan Tim pengembang kurikulum dari FMIPA UNESA.

      Website: SMA TRENSAINS TEBUIRENG

      Instagram: trens_edu

      Twitter: sma_trensains

      Facebook: Trensains Tebuireng

       

      MA Sains Tebuireng Putri

      Madrasah Aliyah Sains Tebuireng Putri merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. MA Sains Tebuireng Putri didirikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng di bawah kepemimpinan KH. Abdul Hakim Mahfudz pada tahun 2023, MA Sains Tebuireng Putri mendapatkan izin resmi dari Departemen Agama pada tahun 2023 dengan nama MA SAINS TEBUIRENG PUTRI. Lokasi Madrasah berada di Jl. Sumobito Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur.

      Website: MA Sains Tebuireng Putri 

      Instagram: masainstebuirengputri 

      Tiktok: masainstebuirengputri 

       

      MTs. Salafiyah Syafi’iyah

      Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyyah (MTs. Salafiyah Syafi’iyah), merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berdiri pada masa kepemimpinan KH Abdul Wahid Hasyim dan mendapat pengakuan formal pada tahun 1951 di masa kepemimpinan KH Abdul Karim Hasyim. Sesuai dengan kurikulum KTSP, MTs. Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng merupakan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang konsisten mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan dengan perpaduan Kurikulum Pendidikan Nasional dan Kurikulum Agama Takhassus Pesantren serta dalam 2 tahun terakhir sejak 2020 telah membuka program kelas internasional.

      Website: MTs. Salafiyah Syafi’iyah

      Instagram: mtstbi1947

      Facebook: Tebuireng Mts



      MTs. Sains Putri Salahuddin Wahid

      MTs. Sains Putri Salahuddin Wahid merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berlokasi di Jl. Kesambern Dsn. Ngembul, Kesamben, Kec. Kesamben, Kab. Jombang. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024,  meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains Salahuddin Wahid Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Jombang, 19 November 2023.

      Website: MTs Sains Salahuddin Wahid

      Instagram: mtssainstbi

      Facebook: Mts Sains Salahuddin Wahid

       

      SMP A. Wahid Hasyim

      SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. didirikan pada era kepengasuhan KH. M. Yusuf Hasyim pada tahun 1975 bersamaan dengan SMA A. Wahid Hasyim. Pada tahun ajaran 2010-2011, SMP AWH membuka kelas unggulan, yakni International Class Programme (ICP) yang dibina oleh sekolah Center Laboratorium Universitas Negeri Malang, bekerjasama dengan Cambridge International Programme (CIP).

      Website:  SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng 

      Instagram: smpawhtebuireng

      Twitter: SMPAWHTebuireng

      Facebook: SMP AWH Tebuireng

       

       

      SMP Sains

      SMP Sains Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Lembaga ini didirikan pada tahun 2018, yang digagas oleh Dr. (H.C.) Ir. KH. Salahuddin Wahid, berlokasi di Jl. Jombang No.Km. 19, Area Sawah/Kebun, Jombok, Kec. Ngoro, Kabupaten Jombang, satu lokasi dengan SMA Trensains Tebuireng.

      Website: SMP Sains Tebuireng

      Instagram: smpsainstebuireng_official

      Facebook: Smpsains Tebuireng

       

       

      Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari

      Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari merupakan unit pendidikan Pesantren Tebuireng dengan sistem pendidikan salaf. Didirikan pada pertengahan tahun 2008. Kegiatan belajar-mengajar Madrasah Mu’allimin dimulai pada tahun ajaran 2008-2009, dan berlaku efektif sejak awal Agustus 2008. Jenjang kelas ditempuh selama 6 tahun, dari kelas I sampai kelas VI, dengan ijazah setara Madrasah Aliyah.

      Instagram: muallimin.tebuireng

      Twitter: Muallimin TBI

       

       

      SDI Tebuireng

      SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben merupakan unit pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa yang berumur 6-12 tahun. Berdiri pada tahun 2013 di atas tanah Wakaf dari Almarhum Bapak Ir Soedigno. SDI ini bertujuan untuk membentuk kader beriman, berilmu dan berakhlaq dengan lembaga pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Berlokasi di Ds. Kesamben, Kesamben, Kec. Kesamben, Kab. Jombang Prov. Jawa Timur.

      Instagram: sditebuireng

      Facebook: Sdi Tebuireng Ir Soedigno

      Kontributor

      Penulis
      Jadilah Kontributor dengan mengirim tulisanmu di sini
      Syarat & Ketentuan

      Kontak Kami

      Whatsapp
      Email

      Temukan Kami

      Jl. Irian Jaya No.10, Cukir, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471
      Instagram
      Facebook
      Twitter
      youtubeyoutube