Mengatasi Malas ala Rasulullah

Oleh: Nailia Maghfiroh*

Rasa malas memang merupakan sifat alami yang wajar dimiliki oleh manusia. Namun seringkali, sifat ini menjadi penyebab munculnya berbagai macam masalah lain, yang merugikan seseorang. Seperti, jika seharusnya dalam waktu beberapa jam seseorang bisa menyelesaikan beberapa urusan sekaligus, kehadiran rasa malas ini menyebabkan berbagai hal itu terhambat. Selain itu, rasa malas juga menyebabkan turunnya skala produktivitas seseorang, sebab rasa malas ini erat kaitannya dengan sifat menunda-nunda pekerjaan.

Umumnya rasa malas selalu dikaitkan dengan sifat alamiah seseorang semata, yakni berkisar pada faktor internal dalam diri seseorang. Padahal sebenarnya Rasulullah Saw. melalui suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah pernah bersabda mengenai diantara faktor penyebab munulnya rasa malas dan cara mengatasinya. Berikut ini sabda Rasulullah;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ»    رواه البخاري فى صحيحه

Artinya: “Syaithan mengikat pada tengkuk kepala seseorang kalian manakala ia tidur dengan tiga ikatan, yang ia buat tempatnya pada tiap ikatan (dengan mengatakan): “Bagimu malam yang panjang maka tidurlah”. Maka jika ia bangun lantas berdzikir kepada Allah terbukalah satu ikatan, kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi, kemudian jika ia sholat maka terbukalah seluruh ikatan, maka iapun di pagi hari dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun kalau tidak demikian maka ia di pagi hari dalam keadaan jelek jiwanya lagi pemalas.” (Shohih Al Bukhari (1143)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
🤔  Amalan Memperoleh Anak Saleh dan Rezeki Melimpah

Melalui hadis di atas diketahui bahwa diantara penyebab munculnya rasa malas ialah adanya tiga ikatan yang dikaitkan oleh setan di malam hari. Ikatan-ikatan tersebut diikatkan oleh setan di kepala manusia ketika seseorang sedang terlelap. Maka sesuai dengan sabda Rasulullah di atas, ikatan tersebut dapat dilepaskan satu persatu dengan cara berikut ini;

Menyebut  asma Allah ketika bangun tidur, yakni dengan baca do’a yang diajarkan oleh Rasulullah ketika bangun tidur;

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشور

Dengan membaca do’a tersebut terlepaslah satu ikatan.

Berwudhu, setelah berwudhu terlepaslah satu ikatan.

Mendirikan shalat, setelah shalat maka terlepaslah ketiga ikatan tersebut.

Dengan mengamalkan ketiga hal di atas, sebagaimana sabda Rasulullah, insyaallah seseorang akan memulai paginya dengan giat dan berbekal jiwa yang baik dan bersih. Namun sebaliknya, jika tidak maka pagi seseorang tersebut akan dibuka dengan kemalasan dan berbekal jiwa yang kotor.

Di samping itu, Rasulullah juga telah mengajarkan satu do’a khusus untuk menghindarkan diri dari sifat malas ini. Do’a ini sebagaimana diriwayatkan oleh imam Bukhori dalam kitab Shohihnya;

حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Itulah tadi beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah untuk mengatasi rasa malas. Semoga kita semua dapat istiqomah mengamalkan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah dan senantiasa mendapatkan keberkahan darinya.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari