Memang banyak ayat- ayat al-qur’an yang menegaskan bahwa tidak ada yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali allah. Ayat-ayat itu antara lain .

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. Al-anml: 65)

Hanya saja menurut para ulama’, ghaib itu ada dua macam, ada ghaib nisbi (relative) da nada ghaib mutlak. Ghaib nisbi ( relative) seperti kota new York bagi orang Indonesia . new York adalah ghaib, tapi ghaibnya nisbi. Kalau kita pergi ke new York, new yorknya tidak ghaib lagi bagi kita.

Sedangkan ghaib mutlak adalah seperti datangnya hari kiamat, semua manusia, bahkan nabi Muhammad SAW. Tidak tahu kapan hari kiamat itu akan datang. yang tahu Cuma allah azza wajalla saja. Maka kedatangan hari kiamat adalah masalah ghaib mutlak.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam ayat 65 surah An-Naml itu, yang dimaksud ghaib adalah mutlak, bukan ghaib nisbi (relative). Begitu pula dalam ayat-ayat lain, seperti surah al-an’am, 59, surah An-Nahl,77, dan lain-lain. Jadi masalah ghaib mutlak hanya di ketahui oleh allah saja, sedangkan masalah ghaib nisbi (relative) dapat di ketahui oleh manusia.

Masalah yang anda tanyakan, apakah termasuk ghaib mutlak atau ghaib nisbi? Inilah yang perlu kita pelajari. apabila hal itu termasuk ghaib mutlak, maka apabila ada orang yang mengetahui watak melalui tanda tangannya, berarti ia pembohong, karena hal itu hanya di ketahui oleh allah saja, tetapi apabila hal itu termasuk ghaib nisbi, maka semua orang dapat mengetahui hal itu setelah ia memepelajarinya.

Imam ibnu Qayyim al-jauziah (W.751 H) dalam kitabnya Madarij al-Salikin (ii/483); menerangkan apa yang di sebut dengan al-Firasah .dalam bahasa kita sehari-hari ada istilah firasat. boleh jadi istilah firasat ini terambil dari kata al-fiarsah itu, hanya saja pengertian firasat dalam bahasa Indonesia berebedadenagn pengertian firasat dalam akidah islam.

Imam Abu Sulaiman al-Darani (w.215 H) menyatakan bahwa firasat adalah terbukanya jiwa dan melihatnya hati. Firasat termasuk fase-fase (maqam-maqam) keimanan. Menurut Imam Ibnu Qayyim al-Jauziah firasat terbagi menjadi tiga yaitu firasat imaniyah, firasat riyadhiyah, dan firasat khalqiyah.

firasat imaniyah adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui hal-hal yang tidak di ketahui orang lain, sementara penyebabnya adalah nur yang di berikan allah kepada hati hambanya. Firasah ini hanya di miliki oleh orang mukmin saja, dan semakin kuat imanya semakin tajam pula firasahnya.

firasat riyadhiya adalah kemampuan seseoarang untuk mengetahui hal-hal yang tidak di ketahui orang lain, yang penyebabnya adalah karena riyadhah (latihan), misalnya dengan mengosongkan perut, tidka tidur dan sebagainya. Jiwa seseoarang apabila dikosongkan dari hal-hal tersebut, maka ia dapat mengetahui hal-hal yang yang tidak diketahui orang lain. Firasash ini dimilii siapa saja, mukmin atau kafir, setelah ia melakukan riyadhah (latihan kejiwaan).

firasat khalqiyah, adalah kemampuan sseseorang untuk mengetahui watak orang lain, malalui sifat-sifat fisik, tulisan dan sebagainya. Seperti seorang dokter mengetahui bahwa anak yang kepalanya kecil memiliki cara berpikir yang sempit, dan sebagainya. Menurut para ahli, sifat-sifat fisik seseorang ada hubungannya dengan sifat-sifat non fisiknya.

Firasah ketiga ini juga dapat dimiliki oleh siapa saja yang mau mempelajari hal itu, baik dia mukmin maupun kafir.

Membaca watak seseorang melalui tanda tanganya adalah termasuk fitrah yang ketiga ini.tanda tangan atau tullisan merupakan refleksi watak sesorang. Hal ini dapat di ketahui siapa saja yang mau mempelajarinya. Karenanya, mengetahui watak seseorang melalui tanda tanganya, tidak termasuk memngetahui yang ghaib mutlak. Ia hanyalah ghaib nisbi. Maka orang yang mengetahui hal itu tidak termasuk musyrik. Demikianlah, semoga ini ada manfaatnya.

*Pernah dimuat di Majalah Tebuireng Edisi 28,

 

 

SebelumnyaTrik Ahli Neraka
BerikutnyaMemahami Tujuan Ziarah Qubur