Masa Orientasi Santri Baru, Ajang Kenali Tujuan Santri Mondok

883
Santri baru Pesantren Tebuireng Jombang saat mengikuti kegiatan pembukaan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) di Masjid Ulil Albab Pondok Putri Pesantren Tebuireng, Senin (10/07/17). (Foto: Masnun)

Tebuireng.online- Pondok Pesantren Tebuireng memulai kegiatan santri baru dengan pembukaan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) pada Senin (10/07/17) yang bertempat di Masjid Ulil Albab Pondok Putri Pesantren Tebuireng. Seluruh santri baru putra dan putri  menghadiri acara tersebut dengan khidmat.

Dalam acara tersebut hadir juga Kepala Pesnatren Putra Ustad Iskandar, S.Hi, Mudir Pembinaan Pesantren, H. Lukman Hakim, BA, Kepala Pesantren Putri, KH. Agus Fahmi Amrulloh Hadzik, serta seluruh Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Putra maupun Putri. Kegiatan MOSBA kali ini mengusung tema “Menanamkan 5 Nilai Dasar Pesantren Tebuireng untuk Mencetak Kader Pemimpin yang Berakhlaqul Karimah” yang diharapkan bisa menjadi bekal untuk ke depannya bagi santri baru.

Acara tersebut dimulai pukul 08.42 WIB yang dibuka oleh master of ceremony, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Qori’ santri putri, menyanyikan Himne Tebuireng yang dilanjutkan formasi acara selanjutnya. Prakata panitia disampaikan oleh Ahmad Thorik selaku ketua panitia. Dia menyampaikan kepada seluruh santri baru agar selalu bisa menerapkan 5 nilai Tebuireng ke depannya. “Intinya kami berharap kepada seluruh santri untuk bisa menerapkan 5 nilai dasar Tebuireng nanti di masyarakat,” ujarnya.

Ustad Iskandar, S.Hi selaku Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Menurutnya, mengikuti kegiatan MOSBA sangat penting sekali bagi kehidupan santri. “Pentingnya MOSBA adalah untuk mengetahui tujuan santri pada saat mondok,” terang beliau. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kehidupan di pesantren memiliki keanekaragaman budaya yang berbeda-beda.

H. Lukman Hakim, BA selaku Mudir Bidang Pendidikan Pesantren Tebuireng menyampaikan, “Jika kita mengawali dengan baik, pasti akhirnya akan baik pula,” ungkap beliau di hadapan para santri.

  KH. Junaidi Hidayat: Santri dan Filosofi Kayu Jati

Selain itu beliau juga menjelaskan 3 cara bagaimana memperoleh ilmu yang bermanfaat, “Pertama adalah saling memahami perbedaan. Kalau kalian sudah masuk Tebuireng, semua yang berbeda akan menjadi sama walaupun ras, tempat tinggal, dan suku berbeda dengan lainnya. Kedua, kalau mencari ilmu itu harus dalam keadaan suci, makanya sebelum berangka sekolah berwudu dulu. Dan yang terakhir adalah kalian harus taat atau tawaduk kepada yang memberikan ilmu,” pungkas beliau.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan MOSBA yang dibuka oleh H. Lukman Hakim, BA. Dengan ucapan bismillahirrrohmanirrohim pada pukul 09.30 WIB. Lalu acara ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Su’udi, S.Ag.


Pewarta : M. Tajudin

Editor : Munawara MS

Publisher : Rara Zarary