Malam itu Berduka

(Selamat jalan Romo Kiai Salahudin Wahid)

Oleh: Fauzan HaEr*

Gus…
Engkaulah pelita dikala redupnya Indonesia
Karangan bunga sapaan turut berduka cita
Luas menyemesta, membingkai sepanjang jalan raya
Semua merasa kehilangan Gus.

Gus…
Engkau tak hanya memikirkan para santri
Keutuhan umat dan NKRI engkau segani
Pribadimu cendikiawan menjadi figur tiap-tiap kalangan
Disiplin, Istiqomah dalam mengerjakan hal
Sosok sepertimu sudah hilang Gus.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gus…
Dalam diri panjenengan
Semangat visioner tetap gigih
Meski tertumpang-tertindih.
Lelahnu, gerak yang engkau ayunkan suci tujuan kebaikan
Engkau pemimpin dengan visi bukan pedagang visi Gus.

Gus…
Engkau telah tiada mendahului kami
Memaknai luka perih dalam sanubari
Tangisan semua santri, tangisan suci padamu Yai
Hajat kami belum jua punah kini riuh menengadah
Dan kini sudah tiada, baru semuanya terasa.

*Kelahiran Sumenep Madura saat ini sebagai santri di Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari

🤔  Perempuan di Luar Jendela