Marwan Ja’far bersama para peserta Muktamar Halaqah BEM Pesantren di IPMAFA Pati pada Selasa, 25 April 2017. (Foto: Nashruddin)

Tebuireng.Online—Pati- Mantan Menteri Desa Marwan Jafar mengajak kalangan mahasantri untuk mengoptimalkan potensi pesantren, termasuk juga perguruan tinggi di bawah naungan pesantren. Menurutnya, pesantren justru bisa menggembleng mahasantrinya menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan paham ilmu agama.

Marwan menyampaikan hal itu saat hadir sebagai narasumber Seminar Nasional dalam Muktamar II Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia di Institute Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Margoyoso, Pati, Selasa (25/04/2017). Alumnus Pesantren Mathali’ul Falah Kajen Pati itu juga menegaskan, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dapat membentuk SDM unggul yang paham agama dan berkarakter kuat.

“Perguruan tinggi yang berada dalam lingkup pesantren bisa mengintegrasikan antara pendidikan yang berorientasi pada pengembangan keilmuan dan skill disertai dengan pematangan karakter yang diasah dalam kehidupan keseharian dalam lingkup pesantren. Kedua hal ini bisa melahirkan mahasantri yang bisa diandalkan,” terangnya.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menambahkan, mahasantri harus memiliki cita-cita untuk berperan aktif dalam proses pembangunan negara. Menurutnya, mahasantri produk pesantren tak boleh minder menghadapi mahasiswa dari perguruan tinggi umum.

“Karena dari segi sistem dan metode pengajaran, perguruan tinggi pesantren lebih baik dibandingkan perguruan tinggi umum. Saya yakin perguruan tinggi pesantren bisa mencetak calon pemimpin bangsa,” tegasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ditemui terpisah, Wakil Rektor Ipmafa, Ahmad Dimyati, M.Ag., menjelaskan bahwa Halaqah BEM Pesantren perlu diperkenalkan dengan masif. Menurutnya perlu kegiatan yang lebih menarik agar perhelatan muktamar ini bisa menjadi perhatian khusus bagi masyarakat.

“Organisasi ini jangan sampai besar untuk dirinya sendiri, tapi juga harus besar untuk masyarakat,” terangnya di depan para Majlis Sesepuh dan Majlis Presma Halaqah BEM Pesantren.

Rektor Ipmafa, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed, meminta agar Halaqah BEM Pesantren ini digaungkan lebih masif lagi, khususnya melalui media-media nasional. Hal ini diperlukan agar organisasi ini tidak kalah dengan organisasi-organisasi eksternal kampus lain.

Menurut Gus Rozin, panggilan akrabnya, perlu ada pembeda antara BEM Pesantren dengan BEM kampus non-pesantren. Hal itu bisa dilakukan dengan mengemas acara yang diadakan dengan kegiatan-kegaiatan yang berciri khas pesantren. Untuk itu, Ketua Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU ini menawarkan kerja sama kegiatan Silatnas Halaqah nanti bisa dilaksanakan saat Hari Santri Nasional (HSN).


Pewarta:    Muhammad Abror Rosyidin

Editor:        M. AR

Publisher:    M. AR

SebelumnyaKetua MWC Jombang : Kiai Salman adalah Sosok yang Sederhana
BerikutnyaMuktamar II Halaqoh BEM Pesantren, Mahasantri Kukuhkan Keislaman & Keindonesiaan