Mahasantri putri Mahad Al-Jami’ah Universitas Hasyim Asy’ari foto bersama usai mengikuti forum pelatihan “kiat-kiat menulis di website”, pada Ahad (4/6/2023) di aula putra. (foto: mahad-jamiah)

Tebuireng.online– Salah satu upaya untuk meningkatkan cakap literasi di kalangan mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Hasyim Asy’ari yaitu dengan membangun komunitas membaca, yang akan dilanjutkan dengan komunitas menulis. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pondok Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Yayan Mustofa saat memberikan sambutan dalam acara pelatihan menulis, di aula putra Ma’had Jami’ah pada Ahad (4/6/2023).

Pelatihan yang mengusung tema “Kiat-kiat Menulis di Website” itu menghadirkan Redaktur Majalah Tebuireng sekaligus Editor Tebuireng Online, Rara Zarary. Dalam kesempatan itu, perempuan asal Madura itu membuka forum dengan pertanyaan, “mengapa mau menulis?” hal itu disambut beragam jawaban peserta, salah satunya adalah karena hobi.

“Menulis adalah hal yang cukup sulit tetapi juga mudah, mudah tetapi juga sulit. Namun jika kita melibatkan hati, keseriusan, dan kesungguhan dengan cara mencintai proses, maka kita bisa menjadi penulis yang tidak hanya menulis namun bisa produktif,” ungkapnya membuka forum malam itu. 

Selain itu, Dosen muda Amikom Yogyakarta ini meminta beberapa peserta maju ke depan untuk berlatih membuat naskah pertanyaan dan praktik wawancara, “menulis berita berbeda dengan menulis puisi yang perlu mood atau menunggu jatuh cinta atau patah hati,” terangnya yang disambut gelak tawa mahasantri. 

Menurutnya, menulis bukan hanya soal bakat, tetapi juga kemauan (minat). Ia berpesan bahwa untuk menulis memang perlu kebiasaan berlatih terus menerus. Termasuk dalam menulis berita yang juga butuh seni menulis yang baik dan menarik. 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Menulis berita cukup mudah daripada menulis feature. Kalau kalian mau menulis berita, langkah pertama tentu menemukan peristiwa (turun lapangan), wawancara dengan unsur 5 W + 1 H, lalu bisa memulai menyusun atau menulisnya,” imbuhnya. 

Mahasantri putra foto bersama usai acara pelatihan menulis berita dan feature. (foto: mahad-jamiah)

Dalam forum yang tertib dan tenang itu, perempuan yang saat ini aktif di komunitas pesantren perempuan itu mengajak peserta untuk tidak menganggap menulis sebagai paksaan. “Menulis berita cukup dengan kamu menulis apa yang telah kamu lihat, kamu dengar, dan kamu rasakan di lapangan. Tidak perlu merenung dan tidak perlu bingung. Intinya mau menulis, insyaAllah jadi,” pesannya. 

Acara yang diselenggarakan guna meningkatkan kemampuan dan kualitas mahasantri dalam kepenulisan berita, feature, cerpen, puisi, dan artikel ini juga untuk mempersiapkan mahasantri mampu mengelola website pesantren. 

Sebelum mengakhiri forum kepenulisan, Rara Zarary mengajak para peserta untuk praktik menulis berita atau feature seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dan dikoreksi langsung oleh narasumber. Hal itu ia sampaikan, agar peserta tahu secara langsung bagaimana memulai menulis.

Pada sesi lain, salah satu panitia menuturkan bahwa acara ini merupakan bagian dari program komunitas Sekolah Membaca yang sudah diadakan di Ma’had Al Jami’ah setiap hari Senin malam. 

“Karena ini perdana kami buat acara yang seperti ini, saya rasa ini cukup memuaskan soalnya banyak yang hadir juga, tak hanya itu mbak, kita juga bisa menambah wawasan soal kepenulisan,” ungkap Puput Nur Apita, panitia penyelenggara.

Selain itu, respons lain juga datang dari salah satu peserta yaitu Nurma, mahasantri semester 4 yang menyampaikan bahwa acara ini bisa menambah wawasan dan ilmu tentang kepenulisan baginya, “ya sangat bermanfaat mbak, karena sebelumnya saya juga belum tahu cara menulis yang benar, dan perbedaan antara berita dengan yang lain. Dan untuk ke depannya saya ingin mempraktikkan secara langsung,” responnya saat diwawancarai di lokasi acara.

Pewarta: Albii

SebelumnyaTak Cukup Mengajar, Mahasiswa PGSD Diminta Asah Keterampilan Ini
BerikutnyaKDLK Unhasy dan Halal Centre P3H ISNU, Lakukan Pendampingan