Salah satu kegiatan peserta Magang dan Diklat Kader Pesantren Tebuireng angkatan ke-4.

Tebuireng.online- Seperti angkatan sebelumnya, para peserta diklat kader Pesantren Tebuireng angkatan ke-4 juga menerima materi dari berbagai narasumber dan didik dalam lingkungan semi militer selama sekitar dua bulan, yang kemudian para peserta melaksanakan program magang selama kurang lebih satu bulan di lima pesantren. Untuk tahun ini dimulai pada awal bulan November 2017 lalu.

Tahun ini magang tersebut dilaksanakan di lima pesantren besar, di antara yaitu Pesantren Al-Amin Prenduan Sumenep Madura, Sekolah Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Lamongan, Kebon Jambu Cirebon, Darus Salam Gontor Ponorogo, dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Asembagus Situbondo.

Jumlah peserta diklat kader Pesantren Tebuireng angkatan ke-4 berjumlah 25 peserta, tetapi karena 2 peserta merupakan utusan dari Aceh dan hanya mengikuti materi 2 bulan tanpa mengikuti program magang, dan 1 peserta tidak bisa ikut magang karna ada tugas ternak lele di Tebuireng 2, maka peserta yang dikirim ke lima pesantren hanya 22 dan dibentuk 5 kelompok.

Kelompok tersebut dibagi 4-5 orang perkelompok. 4 peserta di Gontor, 4 peserta di Al-Amin, 4 peserta di SPMAA Lamongan, 5 peserta di Kebon Jambu Cirebon, dan 5 peserta di  Asembagus Situbondo. Sebenarnya para peserta magang di Asembagus situbondo sempat magang selama tiga hari di Pesantren Sidogiri tapi lalu di pindah ke Sukorejo Situbondo.

Tahun ini, setiap pesantren yang menjadi tempat magang memiliki keunggulan masing-masing, Gontor terkenal dengan bahasa dan kedisiplinannya, SPMAA terkenal dengan kesederhanaannya, Asembagus Situbondo terkenal dengan kajian kitab kuningnya, Al-Amin terkenal dengan bahasa dan juga  program tahfizdnya, lalu Kebon Jambu Cirebon  merupakan pesantren di mana Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) diselenggarakan pada 25-27 April 2017.  Dan inilah tantangan bagi para peserta diklat untuk bagaimana mempelajari keunggulan pesantren terebut dan berusaha untuk dapat menerapkannya di Pesantren Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pesantren tersebut memiliki cara masing-masing dalam menerima para peserta magang, ada yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat dan mengamati kegiatan santri lalu mendiskusikannya dengan para pengurus, ada yang langsung diberi kesempatan membina dan mangajar santri ala pesantren yang di tempati bahkan ada yang diajak keliling ke cabang pesantren tersebut seperti kesempatan yang di berikan  kepada para peserta magang pesantren SPMAA Lamongan yang di ajak ke Bali dan Batam serta beberapa daerah lainnya untuk melihat cabang pesantren tersebut di sana.

Dalam beberapa hari ke depan ini para peserta akan kembali ke Pesantren Tebuireng, sebenarnya peserta magang di Gontor sudah kembali sejak 17 November 2017 tapi kemudian di pindah ke Madura dan Lamongan, dan tadi malam (26/11/2017) peserta magang Al-Amin sudah penutupan dan langsung kembali ke Tebuireng, lalu peserta magang di Salafiyah Sukerojo Situbondo kembali malam ini (27/11/2017), peserta di SPMAA Lamongan kembali besok malam Selasa (28/11/2017), dan Kebon Jambu Cirebon kembali pada Kamis (30/11/2017). Setelah magang para perta selanjutnya akan membuat laporan untuk dipresentasikan ke hadapan pengasuh dan pimpinan unit di lingkungan Pesantren Tebuireng.


Pewarta: Nur Masduki

Editor/Publisher: Rara

SebelumnyaSampaikan Orasi Ilmiah, Rektor Unisma: Ma’had Aly Pencetak Kader-kader Ulama
BerikutnyaApresiasi Islam dan Indonesia terhadap Perempuan