tebuireng.online— Pendidikan mutlak dibutuhkan guna menghadapi tantangan zaman yang makin rumit dan cepat berubah. Terlebih Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA tahun 2015 dimana barang, jasa, produk, SDM , investasi bahkan ajaran agama serta budaya se- Asia Tenggara akan bebas masuk ke Indonesia. Untuk itu, SDM Indonesia musti mempersiapkan diri untuk menghadapinya, di antaranya adalah pada sektor pendidikan.

Pesan tersebut dikemukakan Menteri Agama Lukman hakim Saifuddin saat memberi sambutan acara pada Muktamar Darud Da’wah Wal Irsyad XII di Asrama Haji Sudiang Makasar, Sabtu (20/12).

“Pendidikan adalah cermin dari ilmu. Salah satu ilmuwan terkemuka Albert Einstein mengatakan bahwa ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Dalam konteks masa kini, ilmu dan agama tanpa teknologi akan mandek,” ungkap Menag.

Beliau juga menambahkan bahwa teknologi telah memberi kemudahan untuk memperdalam dalam mencari ilmu serta menjalankan agama dengan lebih baik. Kita ketahui bahwasannya pendidikan ristek dan agama adalah satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan.

Lukman hakim Saifuddin mengungkapkan juga bahwa pemerintah Jokowi dan Yusuf Kalla telah menjadikan Indonesia Timur sebagai titik tolak dalam membangun kembali Indonesia yang jaya. “Maka dari itu, bersatulah guna menangkap kesempatan itu agar Indonesia maju dari segi fisik maupun kualitas Sumber Daya Manusia SDM nya, agar pola pembangunan juga berdampak untuk kesejahteraan umat Islam dan penduduk di Indonesia Timur”, pesannya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam acara tersebut turut juga mendampingi Menag yaitu Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, Direktur Zakat Hamka, Irwil Hilmi Muhammadiyah, dan Kakanwil Kemenag Sulsel.(dewi/abror)

SebelumnyaSatu Abad Empat Bulan
BerikutnyaIslam Antara Keragaman Etnis dan Agama di Myanmar