Beberapa hal yang harus diusahakan oleh suami – istri untuk menciptakan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. (Foto: Syarief Rahman)

Tebuireng.online– Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH M Djamaluddin Ahcmad mengatakan bahwa sakinah mawaddah wa rahmah itu mudah diucapkan tapi susah untuk dicapai.

Menurutnya, perlu usaha lebih bagi suami-istri dari pada sekadar diucapkan dibibir saja. Usaha lebih tersebut bisa berwujud komitmen agama yang kuat dan kesepakatan kedua belah pihak.

“Sakinah mawaddah wa rahmah itu mudah diucapkan tapi angel (susah) untuk dicapai. Jika ingin mencapainya kedua mempelai harus melakukan beberapa hal,” katanya saat menghadiri pernikahan salah satu santrinya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Jombang, Jawa Timur, Ahad (17/3).

Menurut Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini ada lima hal yang perlu dilakukan suami-istri untuk mencapai sakinah mawaddah wa rahmah dalam berumahtangga. Yang pertama yaitu saling memaafkan apabila ada kesalahan atau salah paham.

Hal kedua yang perlu menjadi komitmen pasangan suami istri yaitu saling menghormati. Menghormati meliputi banyak hal. Menghormati kesibukan masing-masing. Menghormati hal yang tidak disukai dan lain sebagainya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketiga yaitu saling melindungi dan mengingatkan untuk kebaikan atau bila dalam khilaf. Tiga hal ini begitu sering diucapkan oleh pasangan suami istri namun sedikit yang bisa melakukannya. Karena berbagai alasan.

“Keempat yaitu saling musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan melakukan sesuatu. Terakhir atau yang kelima yaitu saling menjaga diri,” tambah Kiai Djamal.

Lima hal tersebut bila dilakukan dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh komitmen maka keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah bukan hal yang sulit lagi. Tujuan pernikahan untuk menenangkan hati serta pikiran akan bisa terwujud dengan sendirinya bila lima hal ini sudah dilakukan.

“Jika semua lima hal tadi dilaksanakan, InsyaAllah akan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, amin,” pungkas Kiai Djamal.

Pewarta: Syarif Abdurrahman
Publisher: RZ

SebelumnyaRahasia Sukses Berbisnis untuk Mahasiswa
BerikutnyaAlasan Berdirinya Pusat Kajian Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari