Sumber gambar: http://aboutislam.net

Oleh: Ulum Bastomi Yahya*

Patut kita bersyukur kepada Allah, karena hingga hari ketujuh ini, kita masih diizinkan oleh Allah untuk masuk dalam bulan suci Ramadhan. Betapa banyak orang yang ingin sampai pada bulan ini tetapi ajal lebih mendahuluinya. Sedangkan kita masih bisa bertadarus, melakukan sholat tarawih, merasakan kenikmatan berbuka dengan keluarga, dan lain-lain.

Bulan Ramadhan diumpamakan sebagai sebuah keranjang belanja. Ketika kita masuk ke pasar atau supermarket, kita masuk dalam keadaan kosong. Kita rencanakan apa yang harus kita beli, agar kita keluar dari sana mendapat barang yang banyak sesuai kebutuhan kita. Begitu juga kita, masuk dalam bulan Ramadhan dalam keadaan kosong, maka harus kita persiapkan pula amalan-amalan yang akan kita lakukan pada bulan suci Ramadhan agar nanti ketika bulan Ramadhan telah pergi, kita ditinggalkan dalam keadaan beruntung.

Berikut ini adalah lima amalan yang sepanjang bulan Ramadan yang harus kita lakukan agar kita menjadi orang yang beruntung ketika Ramadhan meninggalkan kita.

  1. Puasa

Puasa dalam bahasa arab adalah shiyam. Shiyam artinya menahan, yaitu menahan dari sesuatu yang diharamkan, tidak boleh makan, minum, bahkan melakukan maksiyat yang bisa mengurangi pahala puasa. Kita tahan mata kita dari perilaku melihat yang haram. Kita tahan kaki kita dari berjalan menuju tempat-tempat bermaksiat. Kita tahan tangan kita dari memukul, mengambil yang bukan hak kita. Kita tahan pula mulut kita dari mengeluh, membicarakan orang lain.  Kita tahan telinga kita dari mendengar yang buruk.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqara: 183)

  1. Qiyam

Qiyam artinya tegak. Maksudnya adalah menegakkan anggota badan kita untuk shalat malam (qiyamul lail), seperti menegakkan shalat tarawih, sholat witir, dan shalat-shalat sunnah lainnya. Kita biasakan shalat tahajjud sebelum sahur.

  1. Sedekah

Harta yang kita simpan-simpan suatu saat akan habis, jangan sampai kita simpan lalu suatu suatu saat kita keluarkan karena hal-hal yang tidak kita inginkan. Mungkin saja suatu saat kita jatuh sakit, sehingga menghabiskan harta kita karena biaya pengobatan. Na’udzubillah. Kita pun nanti akan mati dengan tidak membayar sepeserpun harta kita. Maka sebaiknya luangkan harta untuk disedekahkan.

  1. Tadarus Al Quran

Membaca Al Quran pada bulan suci Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya, tidak sama dengan bulan-bulan selain Ramadhan. Sebaiknya bisa megkhatamkan selama Ramadan, minimal sekali saja. Lebih dari itu, lebih baik dan semakin berfaedah.

  1. Dzikir

Di antara amalan yang mulia dan disukai oleh Allah adalah berdzikir. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Apa amalan yang paling mulia ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah menjawab, ”Ketika engkau meninggalkan dunia, sedangkan lidahmu dalam keadaan basah karena berdzikir kepada Allah.” Sungguh luar biasa faedah amalan dzikir.

Di dalam Al Quran dijelaskan :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali Imron: 191)

Dari kelima amalan tersebut, semoga kita semua bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita, bahkan di luar bulan suci Ramadan. Semoga Ramadan ini menjadi sarana ibadah kita yang terbaik dan semoga kita termasuk orang yang beruntung, dijauhkan dari api neraka, sehingga kita nanti menemui Hari Raya Idul Fitri dalam keadaan bahagia, karena puas dengan amal kita di bulan Ramadan. Amin.


*Mahasiswa PAI 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

SebelumnyaPolisi Temukan Santri Tebuireng Pingsan
BerikutnyaSahur ‘On The Road’, Tren Ramadan Masa Kini