tebuireng.online– Sidang Komisi Rekomendasi mulai dibuka kembali jam 08.00 WIB dan selesai pukul 10.30 WIB selasa (4/8). Para muktamirin komisi F melanjutkan Sidang Komisi Rekomendasi pagi ini pukul 09.00 di Pondok Pesantren Tebuireng. Meskipun Sidang Komisi Rekomendasi sempat mundur satu jam dari jadwal yang disepakati kemarin, namun sidang berjalan dengan lancar.

Untuk sub komisi keumatan sidang komisi rekomendasi, muktamirin memberondong pimpinan sidang dengan berbagai rekomendasi. Rekomendasi hari ini tidak lagi membahas mengenai redaksi, namun lebih pada subtansi dan program-program ke depan.

Sebagian besar rekomendasi yang diajukan mengenai sarana-prasarana NU di berbagai tingkat, pembangunan masjid di wilayah pelosok dan minoritas Islam, pendidikan keaswajaan, affirmative action, dan pengkaderan. Bahkan ada juga yang mempertanyakan dan keberatan dengan Islam Nusantara karena konsep tersebut multitafsir serta menimbulkan pro dan kontra.

Sub Komisi Rekomendasi Internasional menyarankan agar PBNU nantinya memiliki perhatian yang lebih berperan terhadap krisis kemanusiaan yang melanda Palestina, krisis Rohingya, dan penolakan terhadap ISIS.

Meskipun masih banyak muktamirin yang ingin mengajukan rekomendasi namun sidang tersebut ditutup pada jam 10.00 WIB dengan memberikan keleluasaan muktamirin yang masih ingin memberikan rekomendasi dengan cara menuliskan rekomendasinya dan disampaikan ke pimpinan sidang. Pada jam 14.00 sidang komisi rekomendasi rampung pleno dan akan diajukan untuk disetujui peserta muktamirin di rapat umum di alun-alun (Lutfi/Fara)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaNU: BPJS Termasuk Syirkah Ta’awun
BerikutnyaHarlah Gus Dur Dirayakan di Tebuireng