Oleh: Almara Sukma, P*

Manusia merupakan makhluk hidup yang tidak kekal selama-lamanya. Dalam menjalankan kehidupan, manusia haruslah sabar terhadap segala kondisi. Terkadang seseorang berada dalam kondisi yang bahagia dan terkadang juga dalam kondisi yang sedih.

Selain itu manusia merupakan makhluk sosial yang mana ia tidak bisa hidup tanpa ada bantuan dari orang lain. Tolong-menolong sesama merupakan salah satu bukti bahwa manusia merupakan makhluk sosial.

Setiap manusia pasti pernah mengalami rasa sakit. Definisi sakit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu.

Terkadang dalam kondisi sakit seorang menyerah dengan penyakitnya, dan tidak sedikit orang yang mengeluh atas penyakitnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Apabila direnungi, sebenarnya penyakit bukanlah hal yang menyedihkan, dengan adanya penyakit maka berkuranglah dosa-dosa karena penyakit bisa menghapus dosa sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut,

حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ أَوْ أُمِّ الْمُسَيَّبِ فَقَالَ مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ تُزَفْزِفِينَ قَالَتْ الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا فَقَالَ لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin ‘Umar Al Qawariri; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’; Telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj Ash Shawwaf; Telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair; Telah menceritakan kepada kami Jabir bin ‘Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang berkunjung ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musayyab, maka beliau bertanya:

“Sakit apa kamu sampai menggigil begitu?” Jawab Ummu Saib; “Demam! Yang Allah Ta’ala tidak memberi berkah dengannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu menyalahkan penyakit, karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi.”

Umat Islam dengan umat Islam yang lain merupakan saudara, yang mana apabila saudaranya merasakan sakit, sedih atau bahaya maka yang lain juga ikut serta merasakannya.

Apabila seseorang mendengar kabar bahwa tetangganya, temannya, atau rekan kerjanya sakit ia juga ikut merasa sedih atas penyakitnya yang menimpa mereka.

Selain itu dalam agama Islam juga sudah dijelaskan apabila saudaranya sakit baik di  rumah ataupun di rumah sakit hendaknya menjenguknya.

Ketika menjenguk orang sakit jangan berbicara hal yang bisa menakut-nakuti orang yang sakit dan membuat penyakitnya semakin parah, jangan berkata bahwa penyakitnya berbahaya, kemaren ada temannya saya menderita penyakit ini nyawanya tidak bisa tertolong, dll.

Akan tetapi kita harus menghibur orang yang sakit tersebut. Seperti memberinya motivasi agar ia semangat sembuh, memberitahunya bahwa sakit bisa menghapus dosa, dll.

Selain itu jangan lupa bacakan doa agar ia diberikan kesembuhan. Adapun doa menjenguk orang sakit sebagai dijelaskan dalam hadis berikut,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خَالِدٍ قَال سَمِعْتُ الْمِنْهَالَ بْنَ عَمْرٍو يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَعُودُ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَيَقُولُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا عُوفِيَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yazid bin Khalid; dia berkata; aku mendengar Al Minhal bin ‘Amr bercerita dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba muslim menjenguk orang yang sakit yang belum sekarat kemudian ia membaca sebanyak tujuh kali, ‘AS`ALULLAAHAL ‘AZHIIM RABBAL ‘ARSYIL KARIIM AN YASYFIYAKA (Aku meminta kepada Allah yang Maha Agung, Rabb-nya Arsy yang mulia untuk menyembuhkanmu) kecuali ia akan sembuh.”

Abu Isa berkata; Ini adalah hadis hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadisnya Al Minhal bin Amr.

Doa diatas dibaca sebanyak tujuh kali ketika sedang mengunjungi orang yang sakit, semoga Allah mengangkat penyakit orang yang dijenguk dan dibacakan doa tersebut. Aamiin

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Jombang. 

Sebelumnya13 Adab Murid Terhadap Pelajarannya Menurut Kiai Hasyim Asy’ari
BerikutnyaMencintai Pancasila Seutuhnya