Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Dr. Ahmad Zayadi menyerahkan SK kepada salah satu pimpinan Ma’had Aly yang baru diresmikan di Kantor Kemenag RI di Jakarta pada Selasa (01/08/2017). (Sumber foto: kemenag.go.id)

Tebuireng.online—Jakarta- Kementerian Agama RI di Jakarta melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) kembali menerbitkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 3844 tahun 2017 tentang Izin Pendirian Ma’had Aly pada Pondok Pesantren. Kali 14 Ma’had Aly dinyatakan resmi sebagai lembag yang setara dengan perguruan tinggi Islam.

Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Dr. Ahmad Zayadi menyampaikan bahwa dengan terbitnya SK Dirjen Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3.844 Tahun 2017 tentang Izin Pendirian Ma’had Aly pada Pondok Pesantren untuk 14 Ma’had Aly, maka sekarang, Ma’had Aly di Indonesia  berjumlah 27.

“Tahun 2016 Kemenang resmi menerbitkan SK untuk 13 Ma’had Aly, tahun ini menerbitkan SK untuk 14 Ma’had Aly, jadi total sudah ada 27 Ma’had Aly se Indonesia. Saya kira ini jumlah yang cuku ideal,” ungkap Dr. Ahmad Zayadi saat Penyerahan Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Izin pendirian Ma’had Aly pada Pondok Pesantren tahun 2017 dan Penetapan Perpanjangan Status kesetaraan Satuan Pendidikan Muadalah di Jakarta, Selasa (01/08/2017).

Dr. Zayadi menjelaskan bahwa Kemenag RI ke depan, akan melakukan pendampingan sekaligus menyusun program aksi dalam rangka percepatan pada sisi kualitas penyelenggaraan Ma’had Aly. Selain itu, beliau berharap,  Ma’had Aly mampu menjadi lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam yang menelurkan lulusan-lulusan sebagai kader kiai dan ulama yang Mutafaqqih Fiddin wa Mutafaqqih fi Masholihil Khalqi.

Maksudnya, lulusan-lulusan itu, dapat menguasai secara mendalam khazanah keislaman yang spesifik dan mampu mentransformasikannya dalam kehidupan Indonesia yang kontemporer untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan umat manusia. Tujuan itu sesuai dengan visi dan misi dari Ma’had Aly sendiri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dr. Zayadi juga mengatakan, Kementrian Agama memiliki beberapa rencana program ke depannya, salah satunya ialah penyelenggaraan lomba antara Ma’had Aly se-Indonesia, yakni lomba debat mengenai “Konstitusi Islam”.

Adapun ke-14 Mahad Aly yang telah memiliki izin pendirian:

  1. Mahad Aly Darul Munawaroh, Pondok Pesantren Dayah Darul Munawaroh, Pidie Jaya Aceh, dengan Takhasus al-Quran dan Ilmu al-Quran (al-Qura n wa ‘ulumuhu);
  2. Ma’had Aly al-Hikmah, Pondok Pesantren al-Hikmah 2, Brebes Jawa Tengah, dengan Takhasus al-Quran dan Ilmu al-Quran (al-Qura n wa ‘ulumuhu);
  3. Ma’had Aly al-Mubarok, Pondok Pesantren al-Mubarok, Wonosobo Jawa Tengah, dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  4. Ma’had Aly Balekambang, Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Jepara Jawa Tengah), dengan Takhasus Hadits dan Ilmu Hadits (Hadits wa ‘Ulumuhu);
  5. Ma’had Aly Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Kota Surakarta Jawa Tengah, dengan Takhasus Bahasa dan Sastra Arab (lughoh ‘arabiyyah wa adabuha);
  6. Ma’had Aly al-Fitrah, Pondok Pesantren Assalafi al-Fitrah, Kota Surabaya Jawa Timur, dengan Takhasus Tasawuf dan tarekat (tashawuf wa thoriquhu);
  7. Ma’had Aly al-Zamachsary, Pondok Pesantren al-Rifa’ie 1, Kab. Malang Jawa Timur, dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  8. Ma’had Aly al-Hasaniyyah, Pondok Pesantren Daruttauhid al-Hasaniyyah, Tuban Jawa Timur, dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  9. Ma’had Aly Nurul Qarnain, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember Jawa Timur dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  10. Ma’had Aly Nurul Qodim, Pondok Pesantren Nurul Qodim, Probolinggo Jawa Timur, dengan Takhasus Tafsir dan Ilmu Tafsir (Tafsir wa Ulumuhu);
  11. Ma’had Aly Darussalam, Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi Jawa Timur , dengan Takhasus dan tarekat (tashawuf wa thoriquhu);
  12. Ma’had Aly Krapyak Yogyakarta, Pondok Pesantren Krapyak nYayasan Ali Maksum, Bantul DI Yogyakarta, dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  13. Ma’had Aly Kebon Jambu, Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy, Kab. Cirebon Jawa Barat, dengan Takhasus Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu);
  14. Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Jawa Timur, dengan Takhasus Magister Fikih dan Ushul Fikih (Fiqh wa Ushuluhu).

Pewarta ulang:   Fitrianti Mariam Hakim

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

Sumber utama:   https://kemenag.go.id/

SebelumnyaNU Dulu dan Sekarang di Mata KH. Abdurrahman Bajuri
BerikutnyaKritikan Al Quran Terhadap Usia