Kuatkan Sanad Keilmuan, Pondok Pesantren Nurul Falah Pasirmalang Tebuireng 9 Rihlah Religi ke Tebuireng Jombang

73
KH. Abdul Hakim Mahfudz dan KH. Rafiuddin saat menyerahkan cinderamata buku profil Pesantren Tebuireng, Selasa (23/12/2025). Foto: Fatih

Tebuireng.online– Sebanyak rombongan santri dan pengasuh dari Pondok Pesantren Nurul Falah Pasir Malang Tebuireng 9, Lebak, Banten, melakukan kunjungan spiritual atau rihlah religi ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (23/12/2025). Kunjungan ini bukan sekadar wisata religi biasa, melainkan upaya “Sambung Sanad” bagi Pondok Pesantren Nurul Falah yang merupakan cabang ke-9 dari Pesantren Tebuireng. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ikatan keilmuan dan spiritualitas antara pesantren pusat dan cabang yang berada di ujung barat Pulau Jawa tersebut.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Dewan Masyayikh Dr. KH. Musta’in Syafi’i, serta jajaran mudir dan dzurriyah (keturunan) Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Ketua Pembina Yayasan Pesantren Nurul Falah, KH. Rafiuddin, menegaskan bahwa sebagai cabang resmi, pihaknya merasa perlu memastikan kurikulum dan metode pengajaran di Banten berkiblat secara totalitas pada tradisi Tebuireng.

“Tujuan utama kami adalah menyambung sanad keilmuan. Kami ingin meminta ridha kepada para dzurriyah agar perjuangan kami di Banten tetap dalam jalur dan berkah yang sama dengan Tebuireng Pusat,” ujar KH Rafiuddin dalam sesi wawancara.

Ia menambahkan, selama ini para asatidz (pengajar) di Nurul Falah telah mengajarkan kitab-kitab karya Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Kunjungan ini pun dimanfaatkan untuk memohon ijazah langsung dari para keturunan beliau sebagai wasilah (perantara) keberkahan ilmu bagi para santri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Puncak dari rangkaian kegiatan “Sambung Sanad” ini ditandai dengan prosesi pemberian ijazah sanad kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ijazah tersebut diberikan langsung oleh Gus Kikin kepada para santri dan guru dari Banten.

Pemberian ijazah ini secara simbolis menandakan bahwa transmisi keilmuan dari pendiri Nahdlatul Ulama tersebut telah tersambung secara sah dan otentik kepada generasi penerus di Pondok Pesantren Nurul Falah.

Melalui penguatan sanad ini, KH. Rafiuddin berharap para santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni.

“Harapan kami, para santri memperoleh kemanfaatan ilmu yang barokah sehingga nantinya siap terjun langsung di tengah masyarakat. Baik itu di bidang keagamaan maupun sektor pemerintahan, sesuai dengan harapan pengasuh,” pungkasnya.

Rombongan Pondok Pesantren Nurul Falah Pasir Malang, Lebak, Banten, melakukan kunjungan spiritual atau rihlah religi ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (23/12/2025). Foto: Fatih


Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Muh. Sutan