Oleh: Qona’atun Putri*

Putra dari pasangan KH. Noer Aziz dan Ny. Hj. Djamilah Ma’shum ini lahir pada tahun 1956 M. Beliau merupakan salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak serta pernah menjabat sebagai direktur pada tahun 2003-2010. Riwayat pendidikan beliau, pernah sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Seblak lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al Maarif Singosari, lalu pindah ke MTS Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” Seblak hingga tamat sekolah pada tahun 1971. Lalu beliau melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng. Beliau lulus pada tahun 1974, kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan mondok di Ponpes al-Munawwir Krapyak di bawah asuhan KH. Ali Ma’shum.

Setelah lulus dari kuliah beliau mengabdi di Pengadilan Agama Pasuruan, dilanjut di Pengadilan Agama Jombang, hingga menjadi hakim. Beliau juga pernah menjadi ketua Pengadilan Agama Jombang. Beliau menikah pada tahun 1983 dengan putri dari KH. Umar Said, perempuan tersebut bernama Siti Nur Sa’adah. Luqman Hakim beserta istri dikaruniai tiga seorang anak yang mereka beri nama Halida Rianti Elsaputri, Rasyidah Elsaputri, Faiz Ahmad Elsaputra.

Beliau adalah sosok Kiai yang memiliki keistikamahan dalam menghatamkan Al-Quran, beliau menerapkan metode “fami bi syauqin”, yaitu metode menghatamkan Al-Quran dalam waktu seminggu. Hal ini sudah teruji dalam kurun waktu 14 tahun secara istikamah. Selain dalam pondok pesantren, beliau juga aktif di luar, beliau menjabat sebagai ketua Pengadilan Agama Jombang. Dalam belajar beliau sangat gigih dan tekun. Sehingga beliau menguasai beberapa cabang ilmu, di antara penguasaan hadits, ilmu falaq, ilmu sharaf, dan ilmu hukum.

KH. Luqman Hakim mengajar di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Seblak, beliau mengajarkan kitab “Adabun Nawawi” isinya terkait ilmu-ilmu hadits, kandungan hadits, dan pembentukan akhlak santri. Beliau juga sering memberikan apresiasi kepada santrinya yang berprestasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pada tanggal 10 Juli 2010 keluarga besar Yayasan Khoiriyah Hasyim berduka, karena guru yang kita cintai ini telah berpulang kerahmatullah, KH. Luqman Hakim, meninggal dunia karena kecelakaan yang menimpa saat perjalanan pulang setelah melakukan tasyakur akan dipindahkan tugasnya beliau ke wilayah kerja Pengadilan Agama Kota Malang.


*Mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari

SebelumnyaAku Hanya Ingin Menulis…
BerikutnyaMemetik Semangat Dari Ibunda Para Syuhada