
Tebuireng.online- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Anwar Iskandar, memberikan pesan mendalam bagi ribuan santri saat menghadiri peringatan Isra Mikraj di Pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad (18/01/2026). Ia menekankan bahwa bekal utama seorang santri tidak sekadar kecerdasan intelektual, melainkan kesiapan lahir dan batin.
Di hadapan segenap santri putra, Kiai Anwar menganalogikan persiapan santri dengan peristiwa pembersihan hati Rasulullah SAW. Kiai Anwar menjelaskan bahwa sebelum mengalami perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW terlebih dahulu dibersihkan batin dan ruhaninya oleh Malaikat Jibril. Hal ini, menurutnya, menjadi landasan mengapa seorang pemuda harus masuk ke pesantren.
“Sebagaimana dahulu Rasulullah SAW sebelum di-Isra-kan, beliau dibersihkan batin dan ruhaninya oleh Malaikat Jibril. Begitu juga santri, sebelum hidup bermasyarakat, hatinya harus dibersihkan dengan cara mondok di pesantren,” ungkap Kiai Anwar.
Mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Kiai Anwar menerangkan bahwa hati Nabi SAW diisi dengan empat hal krusial: Iman, Islam, Ilmu, dan Hikmah. Dalam beberapa riwayat, aspek “yakin” juga ditambahkan sebagai pelengkap.
Ketua Umum MUI ini berharap, melalui proses pembersihan hati dan menimba ilmu di Tebuireng, para santri kelak tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi bangsa.
“Semoga santri Tebuireng kelak menjadi santri yang sukses dan menjadi pemimpin yang amanah,” pungkasnya di akhir tausiyah.
Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ini juga dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), beserta jajaran asatidz dan pengurus pondok.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Sutan


















