
Tebuireng.online- Pesantren Tebuireng menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan khidmat di Serambi Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad (18/1/2026). Acara ini diikuti oleh sedikitnya 2.170 santri dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Pesantren Tebuireng.
Kegiatan tahunan ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), jajaran Mudir, pengurus, serta para santri. Momentum ini bertujuan untuk memperdalam wawasan santri mengenai peristiwa besar perjalanan Rasulullah SAW.
Acara dibuka dengan lantunan sholawat Diba’ oleh tim banjari Kubahireng sebagai wujud kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam sambutan pembuka, Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, menekankan pentingnya santri mengambil hikmah dari Isra Mikraj untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Senada dengan hal tersebut, Gus Kikin dalam arahannya mengajak seluruh santri menjadikan peringatan ini sebagai ajang refleksi diri. “Peringatan Isra Mikraj harus dijadikan refleksi untuk membangun hubungan kita terhadap Allah. Semoga momentum ini menjadi wasilah kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tutur Gus Kikin.
Peringatan Isra Mikraj tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Muhammad Anwar Iskandar, sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, Kiai Anwar menjelaskan secara mendalam mengenai keistimewaan ibadah salat dibandingkan ibadah lainnya.
Beliau memaparkan bahwa salat adalah perintah yang sangat eksklusif, di mana Allah SWT sendiri yang ingin bertemu langsung dengan Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan perintah tersebut di Sidratul Muntaha. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya kedudukan salat dalam kehidupan seorang muslim.
Ustadz Muhammad Habib Al Ansori, M.H.U., selaku panitia penyelenggara, berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia menekankan bahwa output yang paling diharapkan adalah perubahan perilaku ibadah santri di asrama.
“Harapannya ke depan, wawasan santri Pesantren Tebuireng terkait Isra Mikraj semakin luas. Namun yang paling penting adalah momentum ini dapat menambah kualitas salat mereka,” ujar Ustadz Habib di akhir sesi.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Ahmad Syakir Ridwan. Melalui peringatan ini, Pesantren Tebuireng berkomitmen untuk terus mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kedisiplinan dalam beribadah.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















