Kepada Ribuan Santri Tebuireng, Menag: Dakwah Itu Mengajak, Merangkul, dan Mengayomi

359
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat memberikan kuliah singkat depan para santri Pesantren Tebuireng di serambi masjid Sabtu (05/08/2017) pagi usai shalat Shubuh. (Foto: Sutan Alam Budi.

Tebuireng.online— Usai shalat Shubuh berjamaan pada Sabtu (05/08/2017) di Masjid Pesantren Tebuireng, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddun, menyampaikan motivasi kepada ribuan santri di serambi masjid. Menag mengatakan bahwa santri adalah komunitas masyarakat yang sangat terhormat di Republik Indonesia ini. Menag juga meminta santri agar nanti dalam berdakwa dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan.

“Santri itu suatu komunitas masyarakat yang sangat terhormat di Republik Indonesia ini. Karena guru-guru dan orang tua kita dahulu, yang juga termasuk bagian dari kalangan santri. Itu telah mengukir sejarah yang sangat indah bagi negara dan bangsa ini. Karena hal tersebut, kita ikut terbawa baik karena jasa-jasa mereka,” ungkap Menag disertai tepuk tangan meriah para santri.

Untuk itu Menag berpesan agar para santri bersungguh-sungguh dalam menempa diri, untuk bekal pada saatnya nanti, selepas dari pondok, entah melanjutkan pendidikan atau langsung berkiprah di masyarakat. “Di situlah waktu kalian untuk menjaga citra baik kalangan santri.  Sekaligus mampu mengembangkannya, dengan inovasi dan kreasi baru di tengah masyarakat, sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi,” ujar beliau mengakhiri sambutan.

Menanggapi pertanyaan soal adanya kalangan muslim yang kurang baik dalam bersikap kepada sesama, beliau menjelaskan bahwa sebagian dari saudara-saudara seiman, memang terlalu fanatik dan tidak hanya mengamini dan meyakini nilai-nilai ajaran agama. Dengan fanatik yang terlalu berlebihan ini, menurut Menag, bisa menyebabkan mereka menjadi kurang bisa menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di luar mereka.

“Bahkan ada kecenderungan memaksa yang berbeda untuk sama dengan dirinya. Bahkan memaksa dengan cara-cara yang tidak baik atau kekerasan. Pada saat inilah sudah berlebihan, bahasa lainnya itu ekstrim. Ekstrim itu tatharruf. Islam tidak mengajarkan itu,” terang alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo itu.

  Tangkal Ekstrimisme dan Hoaks, Griya Baca Abukus Luncurkan NU Corner

Dakwah dalam Islam itu, lanjut Menag, mengajak, bukan memaksa orang untuk meyakini apa yang diyakini. “Seharusnya kita mengajak, merangkul, mengayomi, bukan dengan cara-cara yang tidak baik,” ucap beliau menjawab panjang-lebar.

Menteri Agama Lukman Hakim berada di Jombang dalam rangka menghadiri Haul KH. Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Dalam acara itu hadir pula KH. Maimun Zubair dan sejumlah ulama. Semalam, Menag menginap di Dalem Kasepuhan Tebuireng dan paginya diminta untuk memberikan motivasi ke pada santri.


Pewarta:            Sutan Alam Budi

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin