tebuireng.online-Kementerian Agama terus berkomitmen pada program prioritas  pendidikan, yaitu perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Untuk  memperluas akses para santri pondok pesantren  kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia, Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali menyelenggarakan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Pada tahun ini pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dibuka terhitung sejak tanggal 1 hingga 20 April 2015 dengan pilihan program studi bidang IPA, IPS dan Keagamaan. pendaftaran PBSB ini dilakukan secara daring melalui website https://pondokpesantren.net/pbsb/index.php?CHECK Adapun Seleksi tertulis akan diselenggarakan di setiap Kanwil Kemenag pada Mei 2015. Seluruh proses pendaftaran tidak dikenakan biaya apapun.

Menurut Mohammad Zen, Pelaksana Subdit Pendidikan Pesantren pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam Kemenag. “Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) ini telah berjalan sejak tahun 2005, dan hingga saat ini Kemenag telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari tiga ribu mahasiswa.” Tuturnya

“Hingga tahun 2014 program ini telah meluluskan 1.700 sarjana dari berbagai disiplin ilmu, sedangkan yang saat ini tengah mengikuti program tersebut berjumlah 1.000 mahasiswa. Tahun ini diperkirakan ada tambahan 300 mahasiswa baru yang akan lulus seleksi.” Tambahnya seperti dikutip dari situs nu.or.id.

Para santri dapat memilih program studi IPA, IPS, dan Keagamaan pada 10 perguruan tinggi, yakni IPB Bogor, ITS Surabaya, UPI Bandung, UGM Jogjakarta, UIN Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Sunan Gunungjati Bandung, dan Khusus untuk pilihan pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, peserta wajib hafal (hafidz) Al-Quran minimal 10 juz.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Santri yang mendaftar itu sendiri adalah hasil seleksi administratif dari pesantren masing-masing dengan memenuhi kriteria berusia maksimal 20 tahun untuk santri tingkat akhir pada MA/SMA/SMK atau berusia maksimal 23 tahun untuk santri lulusan pesantren muadalah (pesantren salafiyah) dengan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.(aldo)

SebelumnyaGus Sholah: Situs Non-Islam yang Radikal Harus Diblokir Juga
BerikutnyaHukuman Tuhan; Menjanjikan di Dunia dan Akhirat