Oleh: Izzatul Mufidati*

Permulaan pintu kemudahan adalah laa Ilaha Illallah. Kalimat tersebut merupakan kalimat takwa, sebagaimana  diungkapkan oleh Sayyidina Umar ra.; Kalimat laa Ilaha Illallah merupakan kalimat ikhlas, saksi kebenaran, ajaran kebenaran, penghilang keraguan, keselamatan hidup ini dan untukNya lah seluruh makhluk dicipatakan. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.(Q.S Adz-Dzariyat :56)

Ibnu Unaiyah berkata, “tidaklah Allah memberi kenikmatan kepada seorang hamba-Nya lebih agung daripada mengenalkan mereka pada La Ilaha Illallah…”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kalimat La Ilaha Illallah bagi penduduk surga adalah bagaikan air dingin bagi penduduk dunia, karenanya lah dipersiapkan surga dan neraka, karenanya lah para Rasul diperintah untuk berjihad. Barangsiapa yang mengucapkanya, maka harta dan jiwanya terlindungi dan barangsiapa menolaknya maka harta dan jiwanya tidak terlindungi. La Ilaha Illallah merupakan kunci surge dan kunci dakwahnya para Rasul.

Dari Abu Dzar ra. Berkata: “Aku pernah berkata: “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat,” Rasulullah SAW. menjawab: “Jika engkau mengerjakan perbuatan dosa, maka ikutkanlah dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapuskannya.” Lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kalimat La Ilaha Illallah termasuk kebaikan?” Beliau menjawab: La Ilaha Illallah  sebaik-baik amal kebajikan.” (H.R Ahmad dalam musnadnya V/169).

Dari Mu’adz bin Jabal ra. Berkata: “Rasulullah SAW. Bersabda: Yang artinya: “Kunci-kunci surga adalah bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah.” (HR. Ahmad dalam musnadnya V/242)

Dari Ma’qil bin Yasar ra. Berkata: “Rasulullah sa. Bersabda; Yang artinya: “Segala sesuatu ada kuncinya dan kuncinya langit adalah ucapan La Ilaha Illallah.” (Majma’ Zawaid X/82)

Dari Abu Hurairah ra. Berkata: “Beliau SAW. Ditanya: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafa’atmu kelak di hari kiamat?” Rasulullah menjawab: “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya aku telah mengira tak seorangpun yang lebih pantas darimu menanyakan padaku tentang hal ini karena aku melihat engkau sangat memperhatikan tentang hadits, manusia yang paling beruntung mendapatkan syafa’atku kelak adalah yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan penuh keikhlasan dari hatinya atau dirinya. (H.R. Bukhari I/33).

Dari Abu Hurairah ra. Berkata: “Rasulullah SAW. Bersabda: yang artinya: Tidaklah seorang hamba mengucapkan La Ilaha Illallah dengan penuh keikhlasan melainkan terbukalah pintu-pintu langit sampai menembus ke ‘Arasy selama terhindari dari dosa-dosa besar.” (H.R Tirmidzi V/575).

Itulah ringkasan singkat tentang keutamaan mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah. Semoga kita senantiasa mengucapkan kalimat tersebut setiap detik dan kebaikan selalu menyertai kita. Aamiin

Sumbe Buku: Sampaikah Pahala Bacaan Yasin dan Tahlil kepada Mayit?

*Alumni UW Jombang.

SebelumnyaKetika Pandemi Berubah Menjadi Krisis HAM
BerikutnyaKematian itu Tanpa Syarat