Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng secara resmi mendatangkan santri baru untuk tahun ajaran baru 2021-2022. Titik pusat kedatangan para santri berada di Kawasan Makam Gus Dur (KMGD), Ahad (20/6).

Kedatang santri harus memenuhi beberapa prosedur, termasuk jalani protokol kesehatan (prokes) yang telah diinformasikan oleh pihak pesantren kepada wali santri.

“Sebelum kembali ke pondok, kami menghimbau kepada seluruh wali santri, untuk menjaga putra-putrinya agar tidak melaksanakan perjalanan jauh, yang mana hal tersebut akan membuat kekhawatiran tersendiri,” ungkap Mudir Bidang Pondok Pesantren, KH. Lukman Hakim.

Selain memberikan instruksi untuk tidak melakukan perjalanan sebelum kembali ke pesantren, setiap santri harus melaksanakan rapid antigen.

Sesampainya di lokasi KMGD, setiap santri melakukan registrasi PSB pondok dan mengisi Surat Peryataan Mondok, kemudian menjalani tes Genose yang telah disediakan oleh tim Pusat Kesehatan Pesantren (Pukestren).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Untuk santri yang berasal dari kota Jakarta, Pati, Kudus, dan Madura pihak pesantren memberikan kebijakan untuk mengundur kedatangan santri sehingga kondisi terkait penyebaran virus Corona membaik di daerah tersebut.

Kedatangan para santri baru itu disambut oleh pengurus, Mudir Bidang Pondok Pesantren, KH. Lukman Hakim dan Kepala Pondok Putra, Ustadz Iskandar.

“Kedatangan santri baru tahun ini menggunakan sistem kloter. Untuk hari ini, santri yang datang adalah santri yang bersekolah di unit SMP A. Wahid Hasyim, baik santri putra dan putri, kloter selanjutnya pada tanggal 21-22 Juni 2021,” terang KH. Lukman.

Pewarta: Dimas Setyawan

SebelumnyaEra Disrupsi, Dirjen Pendis: Santri Harus Isi dengan Energi Positif
BerikutnyaSetahun Menabung Rindu untuk Gus Zaki