Oleh: Devi Yuliana*

Sudah larut malam tapi belum bisa tidur? Badan terasa lelah namun mata sulit untuk dipejamkan? Mungkin hal yang biasa kita sebut sebagai insomnia atau sulit tidur tersebut sudah sering kita alami. Dilansir dari Halodoc.com, Insomnia atau gangguan sulit tidur sering ditandai dengan sulitnya kita untuk merasakan kantuk, mersa lelah, dan tidak bisa tertidur meski tubuh terasa lelah. Hal ini jika dibiarkan terus menerus akan menimbulkan gangguan pada kesehatan, ditambah lagi performa kita dalam melaksanakan tugas juga akan ikut berkurang karena sedikitnya waktu kita untuk beristirahat.

Meski pada awalnya terlihat sepele, jika dibiarkan terus menerus hal ini akan berdampak besar pada kehidupan kita. Islam telah mengajarkan kepada kita untuk beristirahat secukupnya agar kita bisa segar dan bugar ketika melaksanakan aktivitas esok hari. Dengan fisik yang sehat pula diharapkan kita akan bisa berjuang dalam meraih ridlonya secara maksimal.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan agar kita bisa terhindar dari insomnia. Diantaranya ialah berolahraga secara rutin, mengurangi konsumsi kafein yang biasa kita temukan dalam kopi, menghindari makan malam, dan lain-lain. Usaha-usaha tersebut tentu kurang afdal jika tidak dibarengi dengan doa, karena dengan doa lah usaha kita menjadi sempurna.

Terdapat sebuah doa dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diperuntukan kepada seorang yang sulit tidur. Doa tersebut berbunyi

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

 اللَّهُمَّ غارَتِ النُّجُومُ وَهَدأتِ العُيُونُ وأنْتَ حَيُّ قَيُّومٌ لا تَأخُذُكَ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَهْدِئْ لَيْلِيْ، وَأَنِمْ عَيْنِي

“Ya Allah, bintang-bintang telah sirna, semua mata telah tidur lelap, sedangkan Engkau Maha Hidup dan Maha Terjaga yang tidak terjangkit rasa kantuk dan tidak pula tidur. Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi Maha Terjaga, tentramkanlah malamku dan tidurkanlah mataku”

Dengan doa ini kita berharap agar Allah senantiasa menentramkan malam kita, sehingga kita bisa tidur dengan nyaman dan bangun dengan semangat untuk memulai hari selanjutnya.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaBolehkah Kita Bertawassul?
BerikutnyaPeran Santri, KWAT Malang Raya Gelar Webinar Nasional