IKAPETE Sidoarjo Pererat Silaturahmi melalui Halalbihalal dan Temu Alumni 2026

71
Organisasi Daerah Putra Delta menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal sekaligus temu santri dan alumni Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Sidoarjo se-Tebuireng Raya, Rabu (25/3/2026). Foto: Aulia

Tebuireng.online- Sidoarjo— Organisasi Daerah Putra Delta menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal sekaligus temu santri dan alumni Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Sidoarjo se-Tebuireng Raya, Rabu (25/3/2026). Perhelatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar Pesantren Tebuireng, Madrasatul Qur’an, Pesantren Walisongo, serta sejumlah pondok pesantren di sekitarnya.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid KH M Hasyim Asy’ari, Gedung Auditorium BPVP Sidoarjo, Kepadangan, Tulangan, Kabupaten Sidoarjo tersebut dihadiri oleh mayoritas santri dan alumni dari lingkungan Tebuireng dan sekitarnya.

Rangkaian acara disusun secara khidmat, dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Quran, tahlil, doa bersama, hingga sambutan-sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata, pembacaan maulid diba’, tausiyah, mauidhoh hasanah, dan doa penutup. Sebagai pamungkas, para peserta melakukan mushafahah (bersalam-salaman) dan sesi foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, KH. Amir Jamiluddin (Gus Jamil), menyampaikan amanat mengenai pentingnya saling memaafkan, terutama setelah melampaui bulan suci Ramadhan. Beliau menekankan bahwa jika dosa kepada Allah SWT dapat diampuni melalui ibadah Ramadhan, maka dosa antarsesama manusia hanya dapat tuntas melalui pintu maaf.

Gus Jamil juga menyoroti tantangan etika di era digital. Menurutnya, di masa kini seseorang dapat menyakiti sesamanya meski tanpa interaksi fisik secara langsung, seperti melalui ujaran kebencian dan penyebaran propaganda di media sosial.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Beliau kemudian mengisahkan teladan seorang ahli surga di zaman Rasulullah SAW. Sosok tersebut tidak memiliki amalan lahiriah yang menonjol, namun ia memiliki keutamaan hati berupa kemampuan menahan amarah dan menjaga hubungan baik dengan tetangga. “Pesan ini sejalan dengan sabda Nabi, ‘La taghdob walakal jannah‘, jangan marah, maka bagimu surga,” tutur beliau.

Senada dengan hal tersebut, KH. Agus Fahmi Amrullah Hadziq mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif antara Nahdlatul Ulama (NU) dan IKAPETE ini. Cucu KH. Hasyim Asy’ari ini mengibaratkan kehadiran para santri dan alumni dalam acara ini sebagai bentuk pemenuhan undangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Gus Fahmi juga mengutip Al-Quran Surah Ali Imran ayat 134 mengenai ciri-ciri orang bertakwa: Alladzīna yunfiqūna fis-sarrā’i waḍ-ḍarrā’i wal-kāẓimīnal-ghaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn.

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Menurut beliau, semangat kebersamaan dan saling memaafkan yang tercermin dalam acara ini merupakan implementasi nyata dari karakter takwa tersebut. Melalui momentum ini, IKAPETE Sidoarjo berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus diperkuat di tengah masyarakat.


Pewarta: Aulia Rachmatul Umma

Editor: Sutan