Halal bihalal dan sarasehan Ikatan Keluarga Alumni Tebuireng kabupaten Gresik, Sabtu (14/5).

Tebuireng.online– Alumni Pesantren Tebuireng memiliki dua kekuatan besar yang sangat potensial. Pertama, aset riil yaitu aset sumber daya manusia untuk mengembangkan masyarakatnya setelah kembali dari Tebuireng. Kedua, kekuatan riil di mana Pesantren Tebuireng punya pengaruh di masyarakat dengan segala nama besarnya.

Hal itulah yang disampaikan oleh Ketua Presidium Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete), Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri saat acara Halal Bihalal dan Temu Alumni di Pondok Alkarimi, Tebuwung, Dukun, Gresik pada Sabtu (14/05/2022).

“Maka ada hati yang harus ditata dahulu untuk menjadikan IKAPETE menjadi besar. Semua atas dasar asas kebersamaan, dengan menghilangkan “ke-aku-an” pada diri sendiri,” ungkap Guru Besar bidang Pendidikan Islam yang juga merupakan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Ia menambahkan hal yang perlu disiapkan oleh Ikapete yaitu kekuatan ada dikolaborasi, konsolidasi pemikiran-pemikiran dan relasi (networking). Hal itu yang bisa menjadikna Ikapete kompak dan berkualitas.

Selain itu, ia juga menyampaikan ada tugas substantif Ikapete terhadap negara yang tercermin dalam program-program strategisnya. Pertama, menurutnya, harus ada lembaga ekonomi dan keuangan syariah, misalkan wakaf uang tunai, sebagai syiar Pesantren Tebuireng. Kemudian, advokasi dan bantuan hukum juga akan dibentuk Ikapete Nasional, sebagai solusi untuk persoalan-persoalan yang ingin difungsikan di tubuh organisasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu, lanjutnya, harus ada kajian strategis untuk pemikiran-pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang komorehensif. Untuk peningkatan kualitas SDM internal, juga harus ada pengembangan dan kelembagaan data keorganisasian, serta pemberdayaan perempuan.

Foto bersama saat halal bihalal, Sabtu (14/5).

Dalam acara yang diadskan oleh Ikapete Gresik itu, beberapa steckholder Pesantren Tebuireng dan Pengurus Ikapete juga turut hadir. Antara lain, H. Mulyadi (Ketua PCNU Gresik), KH. Muhammad Sholeh (Ketua MWCNU Dukun), KH. Abdul Muhsi (Pengasuh Pesantren Al Karimi), KH. Chotib Sholeh (Presidium IKAPETE Nasional), KH. Amir Jamiluddin (Pengasuh Pesantren Walisongo), Kiai Zainal Abidin (Ketua IKAPETE Gresik), KH. Fahmi Amrullah Hadziq (Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng sekaligus mewakili dzuriyah Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari), KH. Dr. Toyyib Mas’udi (Rais Syuriah MWCNU Dukun), H. Sururi (Ketua Pergunu Jatim), Nur Alimin (Ketua GP Ansor Malaysia), Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz (Direktur Rumah Produksi Tebuireng), Mahmudi, (Praktisi Pendidikan), dan beberapa tokoh serta alumni Tebuireng yang lain.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaHindari 3 Kesalahan Niat dalam Belajar
BerikutnyaLGBT, Patutkah untuk Ditoleransi?