Hukum Menjawab Dua Adzan Yang Hampir Bersamaan

Oleh: Almara Sukma*

Dalam sehari, kita bisa mendengarkan adzan berkumandang sebanyak lima kali. Adzan merupakan seruan kepada umat muslim agar melaksanakan sholat berjamaah. Adzan biasanya di kumandangkan di masjid atau musholla dengan pengeras suara, agar umat muslim mengetahui datangnya waktu shalat.

Ulama berbeda pendapat tentang hukum menjawab adzan. Namun yang paling kuat menurut Jumhur Ulama adalah sunnah. Bagi yang bisa dan sanggup untuk menjawab tiap panggilan adzan, maka ada keutamaan dan pahala yang besar untuknya. Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ…مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Jika muadzin mengucapkan, ‘Allahu akbar… Allahu akbar…’ lalu kalian menjawab, ‘Allahu akbar… Allahu akbar…’ (hingga akhir adzan).. dia ucapkan itu dari hatinya, maka akan masuk surga.” (HR. Muslim 385 dan Abu Daud 527).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dari hadis di atas dapat kita simpulkan bahwa menjawab adzan hukumnya sunnah, lalu bagaimana jika ada dua adzan yang bersamaan. Apakah kita harus menjawab keduanya atau cukup menjawab salah satunya? Jawabannya kita cukup menjawab salah satunya. Hal ini berpatokan pada kitab Balaghotuttullab 123

(مسألة ث) إذا تعدد المؤذنون يكفي في أصل السنة إجابة واحدةٍ ويتحقق ذلك بأن يتأخر بكل كلمة بحيث يغلب على ظنه أنهم أتوا بها وتقع إجابته متأخرة أو مقارنة اه‍.

(Masalah ث) Jika ada 2 suara adzan, maka menurut kesunnahannya, cukup dijawab salah satunya saja. Hal tersebut sah, dengan mengakhirkan setiap kalimat, sekiranya dia berprasangka bahwasannya dia telah menjawab adzan baik jawaban tersebut terlambat atau bersamaan.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

🤔  Zakat Fitrah dalam Kacamata Fikih