H. Luqman Hakim Sebut Ketulusan Orang Tua Kunci Sukses Anak

11
Sesi ta’aruf (perkenalan) bersama para wali santri baru di Masjid Tebuireng

Tebuireng.online- Serambi Masjid Pesantren Tebuireng dipadati oleh ribuan wali santri baru pondok putra yang berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan ta’aruf (perkenalan) bersama para pengurus, Jombang, Jawa Timur, Jumat (03/07/2026) malam. Agenda tahunan ini digelar sebagai wadah pengenalan sekaligus penyelarasan spiritual antara orang tua santri dan pembina pesantren.

Hadir dalam pertemuan tersebut Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Luqman Hakim BA. Di hadapan ribuan wali santri, H. Luqman menegaskan bahwa setiap orang tua yang mengantarkan anaknya ke Tebuireng pasti membawa harapan besar agar putra-putri mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan saleh.

“Saya meyakini satu hal bahwasanya panjenengan menyerahkan putra-putrinya pondok pesantren ini kepada pengasuh dan para masyayikh yang ada di sini, pastinya memiliki cita-cita, memiliki keinginan supaya anaknya menjadi anak yang berilmu. Anak-anaknya supaya menjadi anak yang saleh salihah,” ujarnya yang langsung diamini oleh seluruh wali santri yang hadir, Jumat.

Kiai Luqman mengingatkan para orang tua untuk senantiasa menata ulang niat mereka. Menurut dia, keikhlasan penuh dalam melepas anak menuntut ilmu merupakan pemantik utama datangnya petunjuk dan kemudahan dari Allah SWT selama anak berada di lingkungan asrama.

“Insyaallah kalau panjenengan sudah tulus, ikhlas, dan niat hanya karena mencari ridha Allah, maka bimbingan dari Allah langsung itu akan datang kepada anak-anak,” tuturnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Namun, ia menambahkan bahwa kepasrahan spiritual tersebut juga harus diimbangi dengan kepercayaan mutlak kepada institusi pesantren. Orang tua diminta untuk memercayakan pola pengasuhan anak secara total kepada pengasuh, pembina, serta dewan guru yang bertugas di lapangan.

“Kalau sudah pasrah ke Tuhan, maka harus pula pasrah kepada pengasuh. Panjenengan harus betul-betul pasrah dengan sepenuhnya, tidak setengah-setengah. Karena panjenengan sudah memilih Pesantren Tebuireng ini dianggap pondok yang terbaik, maka yakinkan bahwa pondok tempat ini adalah yang terbaik,” tegas H. Luqman.

Lebih lanjut, Kiai Luqman mengajak para wali santri untuk memanfaatkan momentum kedatangan mereka di Tebuireng untuk bertabaruk (mencari berkah) kepada para pendahulu pesantren, khususnya pahlawan nasional Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Keberkahan dari para guru dinilai mampu mengantarkan santri menuju kesuksesan di jalurnya masing-masing, terlepas dari seberapa menonjolnya kemampuan akademik mereka di kelas.

Panjenengan ini ke sini jangan lupa untuk menata niat tabarukan. Tabarukan agar mendapatkan karamah, barokah dari masyaikh-masyaikh Pesantren Tebuireng. Kalau itu yang diharapkan, insyaallah anak kita walaupun tidak alim di pondok, tidak pintar, tetapi karena kita tulus dan mengharap rida Allah, maka semuanya akan sukses pada bidangnya masing-masing,” urainya.

“Bagaimana supaya anak-anak kita mencapai tujuan tadi, mendapatkan ilmu yang manfaat, barokah, maka banyak yang harus dijalani oleh orang-orang tua, terutama senantiasa mendoakan. Dan harus percaya menitipkan anak-anaknya ke Pesantren Tebuireng, karena kalau sudah menitipkan ke Tebuireng, berarti sama kita dengan menitipkan kepada Allah,” imbuhnya.

Sebelum memungkasi arahannya, Haji Luqman juga memberikan pembekalan moral kepada para santri baru yang hadir di lokasi agar memulai lembaran baru kehidupan asrama dengan fondasi niat yang kokoh.

“Begitu juga kepada anak-anakku semuanya para santri yang baru di Tebuireng ini harus ditata untuk niat datang mondok, yang mana semata-mata karena Allah, bismillah. Bismillah. Saya niat mencari ilmu karena Allah,” pungkasnya.


Pewarta: Dimas

Editor: Sutan