sumber gambar: https://www.dream.co.id

Oleh: Rara Zarary*

Tenanglah jiwamu

sebab sebelum fajar, fatihah dan doa penjagaan telah memeluk Tuhan

atas nama engkau, sesiapa yang masih terbayang senyum di benakku

aku mengetuk pintu langit, biar sandiwara mimpi menjadi nyata di malam yang tak bertepi dengan ingatan

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Damailah kian di dadamu

sebuah harapan seharian panjang perjalanan kehidupan

jangan risau lagi, jangan mengutuk diri sendiri

sebab doa doa terbaik adalah jalan menuju ridha yang abadi

Sabarlah hatimu

dengan gerimis zikir, detak adalah perjalanan suci menuju pintu-pintu kehidupan lebih baik

Tak ada doa yang buruk, bagi kekasih meski dilanda mabuk

tak ada ingatan yang pahit, bagi kekasih meski ditinggal begitu rumit

sebab kasih dan cinta adalah mereka yang menyusun cerita begitu romantis dan tulus di mulai sejak matahari belum dilihat mata, waktu ke waktu tak mengenal angka yang berdenting di dinding rumahku.

*Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura Jawa Timur.

SebelumnyaM Iqbal, Raih Prestasi Internasional melalui Kaligrafi
BerikutnyaMeneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari