Oleh: Devi Yuliana*

Di masa pandemi yang belum menemukan titik pencerahan hingga saat ini, hampir semua sektor di Indonesia bahkan di dunia mengalami kemerosotan yang sangat drastis, baik dari industri besar seperti perhotelan, sektor pariwisata, dan sektor penerbangan, hingga usaha kecil seperti para pedagang yang ada di pasar. Dilansir dari finance.detik.com seluruh dunia diperkirakan mengalami kerugian sebanyak US$ 8,8 triliun.

Pandemi ini tidak hanya menimbulkan kerugian dalam hal ekonomi saja melainkan juga menyeruat ke sektor pendidikan. Banyak instansi dan lembaga pendidikan yang terpaksa mengadakan kegiatan belajar mengajarnya melalui sistem daring. Tentu hal ini bukanlah hal yang mudah. Murid mengeluhkan kuota internet yang lekas terkuras sebab selalu digunakan untuk sekolah, guru harus berpikir lebih keras untuk menemukan metode pengajaran yang sesuai, orang tua pun tak luput dari keresahan dikarenakan mereka sering diminta oleh sang anak untuk mengajari bagaimana cara mengerjakan tugas.

Islam selalu mengajarkan kita untuk bersabar dalam banyak hal, salah satunya ialah bersabar atas musibah yang tengah dialami oleh seluruh bangsa di dunia ini. Dengan datangnya sebuah musibah, Allah akan mengukur serta mengangkat derajat setiap orang yang bersabar akan kepastian dan takdirnya.

Habib Jamal bin Toha Baagil pernah berkata: “Tuhanmu lebih tahu batas rasa sakit dan kesulitan yang boleh kau tampung. Jangan menyerah karena selangkah lagi Tuhanmu akan mengganti kesulitan dengan sejuta keindahan jika kau berusaha.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Usaha yang baik ialah usaha yang dibarengi dengan tekad dan doa. Tanpa doa, usaha kita tidak akan sampai pada titik maksimal karena sesungguhnya kita ini hanya manusia lemah. Doa ialah senjata terhebat bagi kaum muslim, karena dengan doa, Allah akan turut andil dalam setiap usaha kita.

Dalam kitab Al Adzkar terdapat sebuah Doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau dala kesusahan, ialah sebagai berikut:

روينا في ” صحيحي البخاري ومسلم ” عن ابن عباس رضي الله عنهما، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول عند الكرب: ” لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأرْضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمُ “.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Luhur serta Maha Penyantun, tiada Tuhan selain Allah yang memiliki Arsy Yang Maha Luhur, tiada Tuhan selain Allah yang memiliki langit dan bumi dan Arsy yang Luhur.”

Dengan doa di atas dan kesabaran, diharapkan segala kesulitan kita akan segera terangkat serta kita diberi kelapangan untuk segera melangkah lagi. Semoga Negara Indonesia senantiasa aman sentosa. Amin.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaKisah Mahasantri Tebuireng saat Belajar ke Negeri Cina
BerikutnyaJalan Hidup Penggagas Trensains Hingga Meraih Gelar Guru Besar