Kadiv Politik ICW Abdullah Dahlan ketika diwawancarai wartawan Tebuireng Online usai seminar anti korupsi di Unhasy
Kadiv Politik ICW Abdullah Dahlan ketika diwawancarai wartawan Tebuireng Online usai seminar anti korupsi di Unhasy

tebuireng.online—Kediv Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan pasca memberikan seminar di Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Kamis (19/05/2016) memberikan keterangan mengenai pendidikan di Indonesia yang masih berkutat pada nilai kognitif. Menurutnya pendidikan nilai moral dan etika juga harus diperhatikan lebih, dari situlah pendidikan antikorupsi bisa dimasukkan.

Ia menyampaikan program ICW terkait dengan pencegahan korupsi melalui pendidikan. ICW telah mengupayakan pendidikan moral dengan gerakan bersama jaringan-jaringan masyarakat seperti parenting antikorupsi dalam lingkup keluarga, pendekatan kepada kalangan pemuda, mahasiswa, dan siswa dalam mensinergikan dan mengkampanyekan nilai-nilai antikorupsi.

Selain itu, dalam upaya melaksanakan pendidikan antikorupsi, ICW juga membuat film dan album antikorupsi untuk memasifkan isu-isu antikorupsi sehingga lebih mudah dan asyik dicerna oleh pemuda dan pelajar.

Gerakan antikorupsi, menurutnya bukan hanya tugas KPK dan ICW, tapi semua elemen dan kelompok masyarakat. “Seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran dalam melakukan gerakan antikorupsi, menjadi agenda bersama,” tandasnya kepada wartawan Tebuireng Online.

Sebelumnya, Abdullah Dahlan bersama Abraham Samad memberikan seminar antikorupsi bertema “Mahasiswa Menggugat, Brantas Korupsi, Tegakkan Konstitusi” di Auditorium Gedung Rektorat Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Acara itu diadakan oleh Fakultas Syari’ah Unhasy sejak pukul 09.30-13.00 WIB. (Abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaAbraham Samad: Pendidikan Indonesia Masih Utamakan Nilai Kognitif
BerikutnyaMencetak Generasi Berakhlak Qurani