Dipimpin Gus Ivan, Santri Putri Tebuireng Khatamkan Kitab Akhlaq wa Nashoih

56
Para santri saat mengikuti khataman kitab Akhlaq wa Nashoih yang dipimpin oleh Gus Ivan di lokasi Jabo Pondok Putri (sumber foto: @salmarhmabigaill)

Tebuireng.online— Pengajian kitab Akhlaq wa Nashoih bersama Gus M. Dzannuroin Aldivano atau yang akrab disapa Gus Ivan mencapai khataman pada Selasa malam (3/3/2026), bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H. Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat tarawih tersebut diikuti oleh para santri putri tingkat SLTP di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng Putri.

Dalam setiap sesi pengajian, para santri mengikuti pembacaan kitab sekaligus penjelasan isi kitab yang disampaikan oleh putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng itu. Kitab Akhlaq wa Nashoih sendiri dikenal sebagai kitab yang berisi berbagai nasihat mengenai akhlak serta tuntunan moral dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Islam.

Baca Juga: Santri Putri Tebuireng Rutin Ikuti Kajian Tafsir Surah Al-Waqi’ah

Isi kitab tersebut juga banyak memuat kisah-kisah para sahabat Nabi yang menggambarkan teladan akhlak Rasulullah pada masa dahulu. Melalui kisah-kisah tersebut, para santri diajak untuk memahami dan meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu santri yang mengikuti pengajian tersebut, Shofa Sayyidatul Husna dari kamar Nyai Azzah 101, mengungkapkan bahwa kajian kitab Akhlaq wa Nashoih memberikan banyak pelajaran bagi dirinya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Di dalam kitab ini banyak diceritakan kisah-kisah sahabat Nabi yang menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah pada zaman dahulu. Dari cerita-cerita itu kita jadi tahu bagaimana teladan akhlak Nabi,” ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa melalui pengajian tersebut dirinya semakin memahami pentingnya memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah mengikuti pengajian ini, saya merasa ternyata masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam diri saya,” tambahnya.

Baca Juga: Bangun Kesadaran Spiritual, Santri Putri Tebuireng Gelar Peringatan Isra Mi’raj

Menurutnya, kitab Akhlaq wa Nashoih termasuk kitab yang relatif mudah dipahami oleh para santri, namun tetap sarat dengan pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Sejak dimulai pada awal Ramadan, pengajian kitab ini berlangsung secara rutin mengikuti jadwal pengajian yang telah ditetapkan. Para santri mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib hingga akhirnya kitab berhasil diselesaikan pada 13 Ramadan.

Khataman kitab dilaksanakan setelah salat tarawih bersama para santri yang mengikuti pengajian. Pada kegiatan tersebut, Ning Salma yang merupakan istri dari Gus Ivan turut hadir mendampingi para santri. Kehadirannya menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan khataman kitab yang telah dipelajari sejak awal Ramadan.

Selain khataman kitab Akhlaq wa Nashoih yang dilaksanakan setelah salat tarawih, pada hari yang sama juga berlangsung khataman kitab lainnya setelah salat Asar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengajian kitab yang diselenggarakan selama bulan Ramadan di lingkungan pesantren.

Menjelang perpulangan santri, Wakil Kepala Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Ustadzah Dian, melalui pesan tertulis pada Rabu (4/3/2026) menyampaikan bahwa seluruh kitab yang telah dipelajari nantinya akan diperiksa kelengkapannya.

Baca Juga: Santri Putri Gelar Puncak Program Pendalaman Kitab Kuning

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah tam-taman, yakni proses pengecekan terhadap kitab yang telah dikaji oleh para santri.

Kegiatan tam-taman tersebut wajib diikuti oleh seluruh santri putri sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran kitab selama bulan Ramadan di Pondok Pesantren Tebuireng Putri.

untuk diketahui, selama bulan Ramadan, aktivitas belajar para santri di Pondok Pesantren Tebuireng berlangsung lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Para santri mengikuti pengajian kitab sebanyak empat kali dalam sehari, yaitu setelah salat Subuh, setelah salat Zuhur, setelah salat Asar, serta setelah salat Tarawih.



Pewarta: Olivia Naelis Sa’adah, Mahasiswa Prodi KPI Unhasy.