Dampingi Santri Temukan Jati Diri, Calon Pembina Tebuireng Dibekali Ilmu Psikologi Remaja

30
Rudi Cahyono, M.Psi., memberikan pembekalan mengenai perkembangan remaja dan pentingnya penemuan identitas diri bagi peserta Diklat Calon Kader Pembina Santri Pesantren Tebuireng, Senin (5/4/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Masa remaja merupakan fase krusial bagi individu dalam mencari jati diri. Guna mengoptimalkan pendampingan tersebut, psikolog Rudi Cahyono M.Psi memberikan pembekalan mengenai perkembangan remaja dan pentingnya penemuan identitas diri bagi peserta Diklat Calon Kader Pembina Santri Pesantren Tebuireng, Senin (5/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Diklat Pesantren Tebuireng, Jombok, Ngoro, Jombang, tersebut menekankan peran pembina sebagai navigator bagi santri yang tengah berada dalam proses pencarian identitas.

Rudi Cahyono menjelaskan bahwa remaja membutuhkan pendampingan intensif agar mampu mengenali potensi diri, memahami keunggulan dan kekurangan, serta menentukan arah tujuan hidup secara mandiri.

“Remaja adalah sosok yang harus kita bantu agar mampu menemukan jati diri, memahami cara mengelola diri, serta mengenali potensinya. Dengan begitu, mereka dapat memahami arah tujuan hidup yang akan ditempuh,” jelas Rudi.

Lebih lanjut, Rudi memaparkan bahwa fase remaja secara emosional dan mental belum sepenuhnya kokoh. Namun, di sisi lain, mereka mulai dituntut untuk memenuhi kebutuhan diri secara mandiri. Ketimpangan inilah yang membuat peran pembina menjadi sangat vital untuk memberikan arahan dan pendampingan yang tepat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Secara teknis, penemuan identitas diri ini akan berdampak langsung pada kemampuan remaja dalam mengambil keputusan besar, seperti memilih jurusan pendidikan maupun merancang rencana masa depan.

“Penemuan identitas diri merupakan isu krusial yang harus mendapatkan perhatian khusus. Jika remaja gagal mengenali dirinya, mereka akan mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan hidup,” tambahnya.

Rudi mendorong para peserta diklat agar tidak hanya sekadar mengawasi, tetapi mampu membantu para santri mengenali potensi unik mereka masing-masing. Dengan memahami karakteristik remaja secara mendalam, pembina dapat membantu menyelesaikan persoalan utama remaja, yakni krisis identitas.

Menutup sesinya, Rudi Cahyono berharap para calon kader pembina dapat merealisasikan materi tersebut dalam praktik pengasuhan sehari-hari di pesantren.

“Semoga calon kader pembina mampu membantu para santri menemukan identitas diri sebagai jalan menuju kesuksesan dalam kehidupan,” pungkasnya.

Baca Juga: Bekali Calon Pembina Santri Tebuireng, Ning Zuyyina Choirunnisa Tekankan Pentingnya Problem Solving


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan