Oleh: Almara Sukma*

Manusia merupakan makhluk yang paling istimewa dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Meskipun manusia disebut makhluk istimewa, akan tetapi manusia masih memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut bisa dilihat dari akhlak manusia, ada manusia yang berakhlak baik, bahkan ada juga yang sebaliknya.

Akhlak merupakan jalan yang menuntun manusia dalam menempuh kehidupan. Apabila dalam menjalankan hidup manusia berpedoman pada akhlak yang baik, maka manusia tersebut akan sampai pada titik kebahagiaan. Apabila dalam menjalankan kehidupan manusia tersebut berpedoman pada akhlak yang buruk, maka manusia tersebut akan mewarnai hidupnya dengan hal yang menyedihkan.

Di antara sifat buruk yang ada dalam diri manusia adalah hasud. Sifat hasud bisa merampas semua kebaikan dan kebahagiaan manusia, bisa merusak hubungan keluarga, persahabatan, bahkan bisa merusak kehidupan manusia itu sendiri.

Hasud adalah buah dari sifat dendam, sedangkan dendam adalah buah dari kemarahan. Rasulullah Saw, bersabda yang artinya, “Sikap hasud dapat menghancurkan kebaikan seperti api membakar kayu.”[1]

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sifat hasud tidak ada manfaatnya sama sekali bagi diri manusia. Sifat hasud membawa bencana bagi manusia baik dalam kehidupan di dunia atau kehidupan di akhirat kelak. Bencana bagi orang hasud di dunia ialah hidupnya tidak akan tenang. Apabila orang yang dia hasudi mendapatkan nikmat, ia akan sakit hati. Semakin tinggi nikmat yang diberikan Allah kepada orang yang dihasudi, maka semakin tinggi pula sakit hati yang dirasakan oleh orang yang hasud tersebut. Sementara orang yang dihasudi akan biasa saja, apabila ada orang yang yang hasud kepada dia, nikmat dia tidak akan berkurang.

Sebagaimana contoh berikut ini, Mira hasud kepada Dinda, ketika Dinda mendapatkan nikmat berupa mobil baru, Mira sangat sakit hati. Mira ingin Dinda tidak mendapatkan mobil tersebut. Sementara Dinda, dia tetap biasa saja. Meskipun Mira hasud kepadanya, sifat hasud Mira tidak membuat mobil Dinda hilang. Dinda tidak akan mengalami kerugian sebab sifat hasudnya Mira kepadanya.

Selain sakit hati, sifat hasud juga memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan. Dalam pengajian Kitab Ihya ‘Ulumuddin Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur menjelaskan bahwa “Hasud merupakan sumber penyakit, di antaranya: Penyakit jantung, darah tinggi, struk, stress dan bisa menyebabkan seseorang pendek umurnya. [2]

Adapun bencana sifat hasud di akhirat kelak adalah orang yang hasud akan disiksa di neraka. Orang yang di hasudi ia tidak akan disiksa di neraka. Sifat hasud adalah getararn-getaran dari setan, sumbernya juga dari setan. Selain itu, sifat hasud merupakan sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Cara agar terhindar dari penyakit hasud adalah dengan mengaji, dengan memperdalam pengetahuan akan ilmu agama.


[1] Imam Ghozali, Ikhya’Ulumuddin, (Pustaka As-Salam : Surabaya) juz 3, hal 196


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaSejarah Penentuan Nama Hari dalam Islam
BerikutnyaUpaya Hifdz Nafs, Belajar dari Bimasristan Dinasti Islam