Gerbang depan SMA. A. Wahid Hasyim (Foto: Abror)

tebuireng.online– SMA A. Wahid Hasyim menerapkan program baru kepada semua siswa dalam menunjang kegiatan keagamaan dengan mengaji Al Quran satu juz dalam seminggu. Program tersebut diterapkan sejak Sabtu (14/01/2017) lalu sebagai jawaban dari keluhan salah seorang wali santri yang mengetahui anaknya jarang membaca Al Quran ketika di rumah.

Ustad Risnanto, salah satu guru sekaligus koordinator guru agama (diniyyah) di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang, mengaku terkejut saat mendapat laporan dari salah seorang wali santri, yang melaporkan bahwa anaknya sekarang lebih jarang mengaji saat berada di rumah. Keadaan ini juga ternyata ditemukan pada santri-santri yang lain.

Kondisi yang cukup mengkawatirkan tersebut menjadi salah satu alasan yang mendukung penerapan program “One Week, One Juz”, yang dilaksanakan oleh SMA A. Wahid Hasyim. Dalam hal ini, para siswa SMA A. Wahid Hasyim terus dipantau untuk mengaji satu juz selama satu minggu, jika tidak melaksanakan program tersebut maka ada konsekuensi tersendiri bagi kelas yang ditempati oleh siswa tersebut.

Ustad Risnanto menganggap bahwa ini adalah program yang dinilai paling ringan dan mudah untuk dilaksanakan setiap siswa. Beliau juga berharap program ini nantinya bisa terus terlaksana dan dapat terus meningkat ke depannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa capaian program ini tidak muluk-muluk, yaitu agar para siswa-siswi menjadi terbiasa membaca Al Quran setiap hari di manapun berada, termasuk juga di rumah. “Walau hanya satu jus seminggu kalau istikamah kan baik. Yang penting istikamah dari pada baca banyak-banyak di pondok tapi tidak istikamah apalagi nggak baca sama sekali kalau di rumah,” pungkas beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Untuk teknisnya tiap kelas dibagikan daftar ceklist yang isinya nama dan juz yang dibaca. “Kita beri waktu seminggu untuk membaca, sedangkan tempat dan waktu bebas bisa memanfaatkan jam istirahat atau di pondok atau di rumah. Tiap hari sabtu sebelum shalat Dhuha, tiap ketua kelas melaporkan ke tim ketakwaan OSIS. Setelah shalat Dhuha, siswa membaca doa khotmil Quran,” terang Ustadz yang juga Koordinator Pembina Unit SMA A. Wahid Hasyim tersebut.


Pewarta:   Rihlana Ardhian Guvara

Editor:     Munawara

Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaTarim Kota Santri dan Kota Wali di Yaman (Bagian I)
BerikutnyaAyah, Kau Itu Cahayaku