KH. Amir Jamiluddin (Pengasuh Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang)

Oleh: KH. Amir Jamiluddin*

 

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Marilah kita membetulkan takwa kita kepada Allah dan membersihkan jiwa kita dari kotoran-kotoran hati. Allah berfirman:

لَئنْ شَكَرۡتُمۡ لَأَزِیدَنَّكُمۡۖ

“Sungguh jika kamu bersyukur, maka akan kutambahi nikmatmu.” (QS: Surat Ibrahim 7).

Ayat Allah sudah terpampang nyata bahwa Ia akan menambah nikmat kita. Jika kita mau bersyukur. Bersyukur atas kesehatan dan waktu luang yang diberikan kepada kita. Sebagaimana dalam hadis:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Dari Ibnu Abbas: Rasul bersabda: dua nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia, kesehatan dan waktu luang.”

Betapa banyak dari kita yang sering acuh atas kesehatan yang kita miliki. Kita sering lupa kepada dzat pemberi kekuatan jasmani. Barulah saat ditimpa sakit kita memanggil-manggil nama-Nya meminta ampun dan tolong.

Sama halnya dengan waktu luang yang sering kali kita sia-siakan. Bukannya kita pergunakan untuk melakukan ibadah dan hal bermanfaat lainnya, malah kita gunakan untuk bermaksiat dan hal sia-sia. Oleh karena itu jangan sampai lagi kita mengulang-ulang kesalahan kita di kemudian hari.

Syukur kita juga tidak hanya tertuju pada nikmat, tapi juga musibah. Musibah merupakan sentilan dari Allah agar kita ingat kepada-Nya. Makanya kita harus banyak-banyak syukur meskipun sedang ada musibah.

Nah, hal-hal itulah yang membawa kita pada karunia-karunia Allah SWT. Namun ketika kita kufur terhadap nikmat yang diberikan. Maka siap-siap saja akan mendapat siksa dari Allah.

 وَلَئِنْ كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِی لَشَدِیدࣱ

“Jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” [Surat Ibrahim 7].

Akhir-akhir ini ada beberapa kelompok yang ingin menjauhkan masyarakat Indonesia agar jauh dari ketuhanan. Hingga membuat banyak masyarakat kufur nikmat. Jikalau itu merambah ke sendi-sendi masyarakat. Maka bersiaplah akan siksa dari Allah. Seperti halnya kaum-kaum zaman dahulu yang telah diperingatkan oleh Allah. Dalam sebuah ayat:

(وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰۤ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَفَتَحۡنَا عَلَیۡهِم بَرَكَـٰتࣲ مِّنَ ٱلسَّمَاۤءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ یَكۡسِبُونَ)

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat Al-A’raf 96]

Pada ayat sebelumnya Allah menerangkan kaum-kaum yang tidak ingin mendekat dengan Allah. Karena perbuatan mereka yang tidak diridai-Nya maka tertimpalah musibah tiap-tiap penduduknya. Andaikan penduduk kampung beriman dan bertakwa. Pasti Allah membuka berkah dan kebaikan yang bertambah terus.

Ini terbukti di Indonesia, dulu orang Belanda atas nama VOC datang ke Indonesia bukan untuk mencari rempah-rempah. Tapi ingin menggali emas. Bukannya emas yang didapat malah memperjual belikan rempah-rempah yang memiliki daya saing rendah. 

Padahal orang-orang Samarkand yang datang ke Indonesia menemukan emas. Itulah sebuah bukti nyata bahwa orang-orang yang rakus tak mau bersyukur seperti VOC pasti tak mendapat apa-apa.

Semoga kita diberikan oleh Allah rasa syukur yang tinggi dan terus menerus terpupuk. Karena tak banyak dari hamba Allah yang pandai bersyukur. Sebagaimana penggalan Ayat berikut:

 وَقَلِیلࣱ مِّنۡ عِبَادِیَ ٱلشَّكُورُ

“Sedikit dari hamba-hamba-Ku yang pandai syukur.” [Surat Saba’ 13]

وَالۡعَصۡرِ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ ِالَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡر

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

*Pengasuh Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang.

Ditranskip oleh: Yuniar Indra (Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang)

SebelumnyaSiapakah yang Pantas Disebut Orang Berakal?
BerikutnyaKH. Hasyim Asy’ari Itu Seorang Bakul