Bernisan Laknat Ilahi

Sumber: wajibbaca.com

di sela sela kepul lusuh dekil hidup resah
Ingin aku akhiri ukiran sejarah hidup salah
Ingin menyambut cahaya mentari di atas gelar sajadah

Berharap desir angin pagi menelusup dalam relung jiwa
Di waktu duha di antara riak dzikir dan doa
Namun akulah orang buta

Meraba waktu tanpa sadar akan mata
Mencecap dosa penuh warna dan rasa
Ingkar akan nikmat dan karunia

Aku berkubang kembali dalam dosa dan zina
Padahal sadar dalam raga bahwa pintunya slalu terbuka
Tapi enggan mencium bau firdaus tak kasat mata

Duh diri yang lalai…
Engkau tlah jauh melangkah menyeret bangkai diri
Membawa menuju ke pemakaman hati
Dan mengubur dalam tinja tirani
Bernisankan laknat ilahi. .

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Aje Kemuning

🤔  DUKA SANTRI, Korban Perahu di Sungai