
Tebuireng.online- Calon pembina santri Pesantren Tebuireng Pusat mendapatkan pembekalan intensif mengenai pengenalan lingkungan dan sistem manajemen pesantren. Dalam sesi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berlangsung Rabu (04/03/2026), Kepala Pondok Pesantren Tebuireng Pusat, Ustadz Habib Slamet, S.Ag., memaparkan materi strategis bertajuk “Mengenal Pesantren Tebuireng Pusat”.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para calon kader agar memiliki visi yang selaras dengan tradisi besar yang diletakkan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Ustadz Habib mengawali paparannya dengan mengulas sejarah panjang berdirinya Pesantren Tebuireng. Beliau menjelaskan dinamika estafet kepemimpinan dari masa ke masa hingga era pengasuh saat ini, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Penjelasan sejarah ini dinilai krusial agar pembina memahami akar perjuangan pesantren. Selain itu, beliau merinci struktur kepengurusan mulai dari pengasuh, jajaran mudir, sekretaris umum, hingga koordinasi teknis di tingkat pembina kamar.
“Pemahaman struktur ini penting agar setiap pembina memahami alur koordinasi dan batasan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegas Ustadz Habib di hadapan para peserta diklat.
Lebih lanjut, Ustadz Habib menekankan lima prinsip dasar yang menjadi jati diri Pesantren Tebuireng: Ikhlas, Jujur, Bertanggung Jawab, Kerja Keras, dan Tasamuh (Toleransi). Kelima nilai ini wajib diinternalisasi oleh pembina sebelum ditransformasikan kepada para santri.
“Ketika Anda menjadi pembina, terapkan lima prinsip dasar ini. Jalani tugas dengan sabar dan keikhlasan, niscaya santri yang Anda bina insyaallah akan berhasil,” pesannya memotivasi.
Beliau juga memaparkan detail rutinitas harian santri, mulai dari aktivitas ibadah hingga pembelajaran formal, sebagai acuan utama bagi pembina dalam melakukan manajemen waktu dan pengasuhan di asrama.
Guna memperdalam pemahaman, sesi ini ditutup dengan simulasi sistem kepengurusan. Para peserta diklat diberikan peran spesifik, mulai dari bagian keamanan, koordinator unit, hingga pembina kamar. Simulasi ini dirancang untuk melatih keterampilan manajerial dan pengambilan keputusan secara cepat di lapangan.
Interaksi aktif yang ditunjukkan peserta selama sesi diskusi dan simulasi mencerminkan kesiapan mental para calon pembina untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tebuireng yang kini terus berkembang namun tetap teguh pada nilai-nilai salaf.
Baca Juga: Lebih dari Pembina, Prof. Imam Suprayogo Dorong Kader Tebuireng Menjadi Pemimpin Berintegritas
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















