Tebuireng.online– Arie Kriting, Pelawak Indonesia menilai Gus Dur sebagai sosok negarawan yang tidak hanya peduli soal nasionalisme dan demokrasi, namun lebih dari itu Gus Dur telah menunjukkan sisi penting toleransi atas keberagaman di negara ini.

“Mungkin ada negarawan yang mengajarkan kita tentang makna nasionalisme, mungkin ada negarawan yang mengajarkan kepada kita pentingnya demokrasi, tetapi Gus Dur hadir sebagai seorang negarawan yang menunjukkan pentingnya toleransi dan keberagaman,” ungkapnya saat menyampaikan testimoni pada acara Haul ke-11 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (30/12/20).

Aktor Indonesia bernama lengkap Satriaddin Maharinga Djongki itu, menyampaikan bahwa, ada banyak sekali orang yang menjadi pejabat tapi hanya sedikit yang menjadi seorang negarawan.

“Pejabat banyak, orang yang bisa menjabat dan menjadi penjabat itu menunjukkan bahwa kita bisa memenangkan suara-suara entah dengan cara seperti apa namun menjadi negarawan kadang-kadang tidak perlu jabatan,” tuturnya.

Menurutnya, negarawan itu mengajarkan kita tentang makna nasionalisme, ada negarawan yang mengajarkan kepada kita pentingnya demokrasi tetapi Gus Dur hadir menjadi seorang negarawan yang menunjukkan pentingnya toleransi dan keberagaman.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Diakui salah satu kekagumannya pada sosok Gus Dur adalah dimasa lalu. Yaitu saat melihat Indonesia Timur tidak hanya sebagai sebuah wilayah yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga melihat masyarakat, melihat kebutuhannya, melihat perasaan-perasaan dari orang-orang di kawasan Indonesia Timur seperti apa.

Hal lain yang membuat Arie Kriting mencintai sosok Gus Dur adalah cara Gus Dur menyikapi orang lain, membuatnya merasa bahwa masih banyak cara untuk duduk dan berbicara mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki melalui pendekatan kemanusiaan.

Sebagai Komedian yang kondang, Arie Kriting tidak hanya memandang Gus Dur sebagai negarawan ataupun ulama namun juga sebagai pasokan humor sebagai salah satu referensi dalam lawakannya. Menurutnya Gus Dur membawa nuansa baru yang mana kesulitan hidup bisa ringan dengan lawak.

“Beliau sangat menginspirasi untuk saya pribadi kita dapat meringankan kesulitan hidup dan dengan humor kita bisa ketemu yang tidak ada hubungannya dengan urusan negara dan juga sebuah proses yang tidak ada hubungannya dengan usaha seseorang,” tegas peraih juara 3 Stand Up Comedy Indonesia itu.

Dalam testimoninya, Komedian asal Wakatobi itu menyampaikan bahwa kita perlu memelihara dan memiliki karakter seorang Gus Dur di dalam hati dan pikiran kita, agar kita dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan sikap toleransi terhadap keberagaman.

Pewarta: Minahul Asna

SebelumnyaSaat Ini Cukup Sulit Menemukan Sosok seperti Gus Dur
BerikutnyaDijamin Seru! Tahun Baru di Pondok Saja