ilustrasi Al Khawarizm (sumber: detik.com)

Oleh: Dimas Setyawan*

Sejatinya agama dengan keilmuan modern dapat berjalan bersamaan tanpa mencederai satu sama lainnya.  Hal inilah yang telah berhasil diwujudkan oleh para ulama Islam di masa silam, salah satunya ialah Al-Khawrizmi.

Al-Khawrizmi adalah satu dari sekian ulama Islam yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan ilmu dunia Barat. Namanya tak kalah terkenal dan harum, sebagaimana para ilmuwan Barat, seperti Albert Einstein, Isaac Newton, Leonardo da Vinci, dan lain sebagainya.

Ketokohan Al-Khwarizmi yang mampu sejajar dengan para ilmuwan dunia barat, merupakan bentuk pembuktian bahwasanya dunia pendidikan di negara Islam pernah mencapai masa kejayaan.

Beliau memiliki nama lengkap Muhammad ibn Musa Al Khwarizmi, adapun di negara barat Al Khawarizmi lebih dikenal dengan sebutan Al Goritmi, Al Gorismi, dan Al Cowarizmi. Beliau dilahirkan sekitar tahun 780 M, di kota Khiva, Uzbekistan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Keluarga beliau merupakan asli keturunan dari negara Persia, sehingga sebagian mengatakan bahwa Al-Khwarizmi kecil tumbuh kembang di negari Persia. Tetapi dalam beberapa catatan, menyebutkan bahwasanya semasa kecilnya keluarga Al-Khwarizmi berpindah ke selatan kota Baghdad, sehingga di sinilah beliau memulai belajar dan meniti karirnya sebagai seorang matematikawan.

Beliau diperkirakan hidup semasa dengan era khalifah Abbasiyah Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim dan Al-Watsiq yang dikenal sebagai masa keemasan ilmu dunia Islam. Di era dua khilafah itulah, umat islam secara berbondong-bondong menerjemahkan buku-buku keilmuan dunia barat ke bahasa Arab. Sehingga secara tidak langsung, membangun peradaban emas dari segi keilmuan dan intelektualitas.

Selain penerjemahan buku-buku barat ke bahasa Arab, salah satu penunjang peningkatan keilmuan pada era itu, terdapat perpustakaan megah yang berdiri Agung sebagai pusat penelitian. Perpustakaan tersebut diberi nama ‘Bait Al-Hikmah yang mana perpustakaan itu menjadi pusat penerjemahan keilmuan barat ke bahasa Arab dan juga menjadi tempat publikasi karya ilmu pengetahuan ulama dan para cendekiawan muslim saat itu.

Pada umur 20 tahun Al-Khwarizmi muda telah bergabung dengan para ulama dan cendekiawan muslim di perpustakaan Bait Al-Hikmah. Di situlah Al-Khwarizmi memulai mengasah berbagai disiplin keilmuan dan menulis berbagai gagasan dan ide-ide pemikirannya. Adapun buku-buku yang ditulis oleh beliau, mencakup disiplin ilmu seperti,  matematika, astronomi, sejarah maupun geografi, termasuk mempelajari terjemahan literatur sansekerta dan Yunani.

Salah satu bukunya yang paling masyhur di seluruh dunia ialah ‘Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala’. Buku ini adalah karya pertama beliau, yang telah membuat terpukau seluruh ilmuwan di dunia. Dalam buku tersebut, beliau menjabarkan hasil penemuannya yang sangat penting bagi keberlanjutan keilmuan abad modern dan masa depan. Hal yang menjadi sorotan pada buku beliau ialah tentang konsep ‘al-jabar dan algoritma’

Sebagaimana yang telah di sebutkan di atas, Al-Khwarizmi melalui karyanya yang berjudul “Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala” Al-Khwarizmi dianggap sebagai dasar dan peletak landasan sains melalui konsep Al-Jabar. Sehingga kemajuan teknologi di era modern saat ini,  secara tidak langsung memiliki hutan besar atas penemuannya.

Adapun konsep al-Jabar yang dikemukakan oleh Al-Khwarizmi pada abad ke-9 tersebut telah dikenal sebagai bagian cabang dari ilmu matematika yang mempelajari konsep pemecahan masalah dengan menggunakan simbol atau huruf tertentu.

Aljabar sendiri berangkat dari kata bahasa Arab yang memiliki arti, ‘kembali pada tempatnya’ dan ‘memulihkan’. Secara teknisi aljabar sendiri merupakan kosakata baru dalam dunia matematika. Melalui kayanya yang berjudul, al-jabar wa al-muqabalah Al-Khwarizmi menjelaskan tentang teori persamaan linier satu variabel dan persamaan kuadrat.

Selain merumuskan teori al-jabar al-kharizmi juga merupakan penemu dari teori alogritma yang saat ini telah dikenal luas oleh seluruh dunia. Adapun perangkat penting sebuah komputer banyak menggunakan teori algoritma untuk menyelesaikan berbagai masalah dan pengambilan keputusan. Karena pengenalan konsep algoritma tersebut, Al-Khwarizmi kadang-kadang disebut sebagai bapak ilmu komputer.

*Mahasantri Tebuireng Jombang.

 

SebelumnyaMiliki Sifat Ini, Agar Mudah Gapai Kesuksesan
BerikutnyaMenyelamatkan Dunia Perempuan