H. Lukman Hakim sedang menjelaskan perihal pendidikan pesantren yang diterapkan Tebuireng kepada para peserta Wisata Rohani MAN Cilacap di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3, Sabtu malam (07/05/2016)
H. Lukman Hakim sedang menjelaskan perihal pendidikan pesantren yang diterapkan Tebuireng kepada para peserta Wisata Rohani MAN Cilacap di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3, Sabtu malam (07/05/2016)

tebuireng.online– Pesantren Tebuireng Jombang kerap kali menjadi tujuan kunjungan beberapa lembaga pendidikan dari penjuru Indonesia. Sabtu malam (07/05/2016) giliran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cilacap mengunjungi sekaligus menimba ilmu di pesantren yang diasuh KH. Salahuddin Wahid itu. Terdiri dari 175 siswa-siswi kelas dua beserta staf pengajar, rombongan tersebut tiba sekitar pukul 20.15 WIB. mereka langsung disambut dengan luar biasa oleh Kepala Pondok, H. Ainur Rofiq dan Kepala madrasah Mu’allimin, Ustdaz su’udi. Pertemuan tersebut dilaksanakan di gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3.

Drs. Faiz Al Hamidy, guru Bahasa Arab yang mewakili rombongan menuturkan bahwa Madrasah Aliyah Negeri Cilacap  merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang pertama kali berdiri di Cilacap dengan empat jurusan, IPA, IPS, Pengembangan Bahasa dan Keagamaan.

Dalam kesempatan ini, Mudir bidang Kepondokan, Bapak H. Lukman Hakim memberikan sambutan. “kalian harus mampu menjaga dan memberikan akhlaq yang baik terhadap masyarakat. Bagaimana tidak, kalian merupakan seorang pelajar yang menimba ilmu di Madrasah Aliyah yang notabene mempelajari pendidikan agama,” pesan beliau kepada siswa-siswi MAN Cilacap. Beliau juga, memberikan doa semoga apa yang telah didapatkan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.

Salah satu siswi menanyakan tentang sistem pesantren dalam mengkaji tafsir. H. Ainur Rofiq menuturkan bahwa santri tebuireng dalam belajar tafsir memakai kitab tafsir ayatil ahkam, khususnya di Madrasah Mua’llimin dan Madrasah Aliyah.  Kemudian setiap malam kamis setiap santri wajib untuk mengikuti pengajian tafsir Jalalain di serambi masjid yang diampu oleh KH. Musta’in Syafi’i.

“Acara ini adalah agenda tahunan yang diadakan Madrasah Aliyah Negeri Cilacap. Sebelum ke Tebuireng, kami mengunjungi beberapa tempat wisata alam, yakni dataran tinggi bromo dan kota batu Malang,” ucap Bapak Aan Anshori (33), salah satu guru. Beliau merasa senang dapat menimba ilmu dan bersilaturahmi ke Tebuireng walaupun hanya 1,5 jam. “Semoga anak-anak dapat termotivasi dalam belajar mendalami keagamaan,” tambahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sebelum acara diakhiri, ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Su’udi. Setelah mengunjungi Pesantren Tebuireng dan berziaroh ke makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdurrahman Wahid, dan Masyayikh tebuireng lainnya, rombongan melanjutkan perjalanan pulang menuju Kota Cilacap. (Karomi/Abror).

SebelumnyaNyanyian Sajak
BerikutnyaHujan dan Petir