
“Dalam kehidupan yang hanya sekali ini, manusia boleh banyak merencanakan. Namun, yang perlu diingat, hidup tidak akan selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan.”
Kalimat semacam itu mungkin terdengar klise bagi sebagian orang. Namun, siapa pun yang pernah berada di titik kegagalan dalam mengejar mimpi akan memahami bahwa kegagalan bukan sekadar sebuah kata. Ia dapat menjelma menjadi rasa sesak, kecewa, kehilangan arah, bahkan membuat seseorang mempertanyakan harga dirinya sendiri.
Di tengah maraknya media sosial yang dipenuhi unggahan tentang pencapaian, keberhasilan, dan pencitraan hidup yang tampak sempurna, buku Gapapa Kalo Hari Ini Gagal karya Hajar Wabillah hadir sebagai teman yang mengajak pembaca berhenti sejenak, mengusap air mata, lalu berbisik pelan, “Tidak apa-apa, besok kita coba lagi.”
Alih-alih memaksa pembaca menjadi pribadi yang selalu kuat, buku ini justru mengakui bahwa manusia memiliki batas. Menangis bukanlah tanda kelemahan, dan gagal bukan berarti semuanya telah berakhir.
Buku ini tidak disajikan dalam bentuk novel dengan tokoh dan alur cerita yang panjang. Sebaliknya, Hajar Wabillah menyusunnya sebagai kumpulan refleksi, renungan, dan motivasi yang lahir dari pengalaman banyak orang yang sedang berjuang menghadapi penolakan, ekspektasi keluarga, tekanan hidup, hingga impian yang belum tercapai.
Penulis menggambarkan bagaimana seseorang kerap merasa sendirian saat mengalami kegagalan. Ketika cita-cita tidak mendapat restu orang tua, usaha yang dilakukan berkali-kali belum membuahkan hasil, pekerjaan impian tak kunjung didapatkan, atau doa-doa yang terasa belum terjawab. Semua pengalaman tersebut dituliskan dengan bahasa yang sederhana sehingga terasa dekat dengan kehidupan para pembacanya.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada gaya bahasanya yang hangat dan menenangkan. Hajar Wabillah tidak berbicara layaknya seorang motivator yang dipenuhi slogan penyemangat. Sebaliknya, ia hadir seperti seorang sahabat yang memahami rasa lelah pembacanya.
Setiap bab disusun secara singkat sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, terutama remaja dan mahasiswa yang sedang berjuang menemukan jati diri. Pembaca juga diajak memahami bahwa setiap orang memiliki garis waktu yang berbeda. Ada yang meraih kesuksesan di usia muda, ada pula yang baru menemukannya setelah berkali-kali jatuh dan bangkit.
Nilai lain yang menonjol adalah kemampuan penulis menyampaikan pesan tanpa terkesan menggurui. Ia lebih banyak mengajak pembaca berdialog dengan dirinya sendiri sehingga setiap halaman terasa personal dan relevan.
Sebagai buku pengembangan diri, pembahasan dalam buku ini lebih bersifat reflektif daripada ilmiah. Oleh karena itu, pembaca yang mengharapkan penjelasan psikologis secara mendalam mungkin akan merasa isi buku ini terlalu ringan.
Selain itu, pada beberapa bagian terdapat pengulangan gagasan dengan inti pesan yang hampir sama, yaitu pentingnya menerima kegagalan dan kembali bangkit. Meski demikian, pengulangan tersebut justru dapat menjadi pengingat bagi pembaca yang sedang berada dalam fase sulit sehingga pesan utama buku semakin mudah diingat.
Gapapa Kalo Hari Ini Gagal bukanlah buku yang menawarkan resep instan menuju kesuksesan. Buku ini lebih tepat disebut sebagai pelukan hangat bagi mereka yang sedang merasa lelah. Hajar Wabillah mengajak pembaca memahami bahwa kegagalan bukanlah lawan dari kesuksesan, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju keberhasilan.
Sebagaimana tidak ada pelangi tanpa hujan, tidak ada pula kehidupan yang terbebas dari ujian. Karena itu, kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melangkah.
Bagi siapa pun yang sedang kehilangan semangat, merasa tertinggal, atau mulai meragukan dirinya sendiri, buku ini layak dijadikan teman membaca. Sebab, terkadang yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah nasihat yang panjang, melainkan satu kalimat sederhana yang mampu menguatkan hati: “Gapapa kalo hari ini gagal.” Selalu ada kesempatan untuk mencoba kembali, dan selalu ada hari esok untuk melanjutkan perjuangan menuju impian.
Judul: Gapapa Kalo Hari Ini Gagal
Penulis: Hajar Wabillah
Penerbit: Gradient Mediatama
Tahun Terbit: 2022
Tebal: 164 halaman
ISBN: 978-602-208-240-8
Peresensi: Wannur Laila Putri


















