Bentuk Karakter dan Kultur Santri Baru, Pondok Putri Tebuireng Optimalkan Kegiatan MOSBA

9

Tebuireng.online- Pondok Putri Pesantren Tebuireng secara resmi menggelar kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) tahun ajaran 2026/2027 di area halaman pondok putri, Jombang, Jawa Timur, Ahad (05/07/2026). Agenda tahunan ini didesain secara khusus untuk menitikberatkan pada fondasi pembentukan karakter orisinal santri sejak hari pertama menginjakkan kaki di asrama.

Panitia MOSBA mengemas orientasi tahun ini dengan memprioritaskan asupan nilai moral kepesantrenan. Salah satu agenda utamanya adalah menghadirkan sesi materi khusus bertajuk “Penanaman Nilai-nilai Karakter Santri” yang disampaikan langsung oleh istri Pengasuh Pesantren Tebuireng, Nyai Dr. H. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M.

“Sebagaimana dari materi yang disampaikan, MOSBA tahun ini berfokus pada pembentukan karakter sejak awal. Salah satunya melalui tema ‘Penanaman Nilai-nilai Karakter Santri’ yang disampaikan oleh Bunyai Lelly Lailiyah,”, Ketua MOSBA Pondok Putri Pesantren Tebuireng, Ustadzah Athiyatul Maziyah, Ahad.

Selain penggodokan karakter, instrumen MOSBA ini difungsikan untuk mendekatkan santri baru dengan identitas, sejarah, serta kultur internal yang berlaku di dalam ekosistem Pesantren Tebuireng. Para santriwati baru diperkenalkan dengan silsilah keluarga besar pendiri pesantren melalui program Pengenalan Dzuriyah, serta peta jalan program bertajuk “Tebuireng Berkah”.

Pihak pembina asrama juga mulai mengenalkan mengenai sistem pembelajaran kurikulum keagamaan nonformal. Hal ini meliputi tata cara pengajian kitab di dalam pondok serta sosialisasi tata tertib kedisiplinan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Santri baru juga dibekali dengan pemahaman mengenai kegiatan dan sistem pengajian yang ada di dalam pondok serta tata tertib sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-harinya,” tambah Ustadzah Athiyatul.

Guna membangun mentalitas yang tangguh di lingkungan asrama, para santri baru juga mendapatkan pembekalan motivasi dari Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, B.A.

Dalam maklumat sambutannya, H. Lukman Hakim menekankan bahwa modal utama untuk bertahan dan sukses di dalam pesantren adalah kepemilikan etos belajar dan daya juang yang tinggi. Ia kemudian melecut semangat para santriwati dengan menyodorkan bukti konkret kegigihan akademik yang baru saja ditunjukkan oleh Nyai Lelly Lailiyah.

“Pak Haji Lukman menekankan pentingnya memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Hal ini telah dicontohkan langsung oleh Ibu Nyai Lelly yang tetap gigih menyelesaikan studi doktoralnya, meskipun di usia yang tidak lagi muda,” pungkasnya di hadapan ratusan santri baru.

Baca Juga: Temui Wali Santri Baru Pesantren Sains Tebuireng, Gus Kikin Sampaikan Pesan Ini


Pewarta: Dimas

Editor: Sutan