Istiqamah Memasuki Tahun Kelima, Alumni SMA AWH 92 Tebuireng Gelar Santunan Muharram di Semarang

12
Memanfaatkan momentum spiritual bulan suci Muharram 1448 Hijriah, ikatan Alumni SMA A. Wahid Hasyim (AWH) angkatan tahun 1992 Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Santunan Anak Yatim ke-5 Tahun 2026”. Foto: Hoo

Tebuireng.online- Semarang– Memanfaatkan momentum spiritual bulan suci Muharram 1448 Hijriah, ikatan Alumni SMA A. Wahid Hasyim (AWH) angkatan tahun 1992 Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Santunan Anak Yatim ke-5 Tahun 2026”. Agenda sosial yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Panti Asuhan Hisyam Nur Musthofa, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (04/07/2026).

Gerakan berbasis filantropi ini diinisiasi sebagai bagian dari syiar kultural alumni untuk membumikan ibadah sosial di tengah masyarakat. Melalui program berkala ini, jejaring alumni lintas sektor tersebut berkomitmen untuk menanamkan jiwa kepedulian, meringankan beban ekonomi panti asuhan, sekaligus memberikan stimulasi motivasi belajar bagi anak-anak yatim.

Lebih dari sekadar bantuan materiel, aksi nyata ini difungsikan sebagai media edukasi internal guna menghidupkan sunnah Nabi, meneguhkan implementasi pendidikan akhlak, mempererat tali silaturahmi antarlulusan, serta menebarkan barokah kolektif dari bumi Tebuireng.

Ketua Panitia Santunan, Ahmad Arifin—yang akrab disapa Mbah Pin—menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terjaganya konsistensi gerakan ini hingga memasuki tahun kelima. Menurut dia, kesempatan untuk terus berkhidmah kepada umat di usia yang tak lagi muda merupakan nikmat spiritual yang sangat berharga.

“Momen Muharram ini harus kita pertahankan dan terus kita istiqomahkan untuk santunan anak yatim yang merupakan program kita bersama. Tujuan ini juga membangun kebersamaan silaturahmi anjangsana ke rumah teman Alumni SMA AWH 92,” ujar Ahmad Arifin, Sabtu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Konsistensi ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa ikatan emosional para alumni di bawah asuhan para masyayikh Tebuireng tidak luntur oleh jarak dan waktu, melainkan makin solid melalui kolaborasi program kemanusiaan.

Gerakan sosial ini diproyeksikan tidak akan berhenti di wilayah Semarang saja. Panitia telah merancang peta jalan roadshow kebaikan secara berkesinambungan ke berbagai daerah di jaringan wilayah basis alumni.

Ahmad Arifin menambahkan, untuk tahun depan atau pada kalender 2027, agenda Santunan ke-6 direncanakan bakal bergeser ke wilayah Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Ponorogo. Langkah ekspansif ini diharapkan mampu meluaskan daya jangkau manfaat keberadaan alumni bagi masyarakat luas.

“Berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai bentuk syiar kebaikan dalam membumikan giat santunan SMA AWH ’92. Maka tujuan peseduluran sak lawase (persaudaraan selamanya) akan terbukti dan terwujud, tidak hanya sebuah slogan saja,” tegasnya.

Rangkaian acara di Sumowono tersebut diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Yayasan Panti Asuhan Hisyam Nur Musthofa, Nur Salim, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pembacaan tahlil dan doa bersama. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan paket santunan secara simbolis kepada pimpinan panti, pelantunan Sholawat Jibril bersama anak-anak yatim, dan ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama seusai ibadah shalat dhuhur berjamaah.


Pewarta: Hoo

Editor: Sutan